
JAKARTA, AVOLTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai industri mobil hybrid di Indonesia, sudah berkembang dengan baik, dari sisi produksi maupun penjualan. Dengan begitu, pemerintah sepertinya, tidak akan kembali memberikan insentif untuk model yang menggunakan mesin bensin dan baterai ini.
Menurut Airlangga, insentif pemerintah pada dasarnya diberikan untuk mendorong investasi, meningkatkan kapasitas produksi di dalam negeri, serta menjaga daya beli masyarakat.
“Karena sudah jalan, insentifnya sudah full. Kan insentif diberikan untuk produksi nasional, dan ini produksinya sudah produksi nasional, bahkan diekspor,” ujar Airlangga saat menyambangi ICE BSD City, beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, performa pasar mobil hybrid juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat. Penjualan kendaraan dengan teknologi elektrifikasi tersebut disebut meningkat hingga 45 persen.
Kondisi ini menjadi indikasi bahwa minat konsumen terhadap mobil hybrid tetap tinggi meski tidak memperoleh tambahan insentif.
Pemerintah juga menilai, regulasi dan struktur tarif pajak yang berlaku saat ini sudah cukup mendukung perkembangan kendaraan hybrid. Terlebih, pasar kendaraan tersebut telah terbentuk dan permintaannya terus meningkat.
“Produksi sudah bagus, kenaikan (penjualan mobil hybrid) sudah 45 persen. Tujuan pemerintah menaikkan lokal konten sudah tercapai,” pungkas Airlangga.






