TOKYO, AVOLTA – Mazda kembali menunjukkan bahwa mesin rotary belum sepenuhnya ditinggalkan. Pabrikan asal Jepang ini baru saja mengajukan paten di Amerika Serikat (AS) yang mengungkap pengembangan sistem exhaust gas recirculation (EGR) khusus untuk mesin rotary.
Paten dengan nomor publikasi US20260235067 diterbitkan pada 13 Agustus 2026. Dokumen tersebut menjelaskan sistem EGR yang dirancang untuk menurunkan temperatur gas buang tanpa membutuhkan pendingin EGR berukuran besar. Demikian melansir Carscoops, Senin (24/8/2026).
Dalam rancangan tersebut, Mazda menggunakan dua jalur gas buang yang berasal dari bagian berbeda pada mesin rotary. Gas buang yang keluar melalui side exhaust port memiliki temperatur lebih tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbocharger.
Sementara itu, gas buang dari peripheral exhaust port memiliki temperatur yang relatif lebih rendah. Sebagian gas tersebut kemudian dialirkan kembali menuju saluran masuk sebagai EGR atau exhaust gas recirculation.
Menariknya, Mazda tidak hanya mengandalkan EGR cooler konvensional. Salah satu bagian dari jalur EGR dibuat menyatu di dalam side housing mesin rotary. Saluran tersebut bersentuhan dengan jalur cairan pendingin mesin sehingga panas dari gas EGR dapat dilepaskan melalui sistem pendingin yang sudah tersedia.
Pendekatan tersebut memungkinkan temperatur gas yang kembali ke ruang pembakaran diturunkan tanpa harus menambah komponen pendingin berukuran besar di sekitar mesin. Hal ini penting karena ruang di sekitar mesin rotary relatif terbatas.
Teknologi tersebut juga berkaitan dengan salah satu tantangan utama mesin rotary, yakni menjaga performa sekaligus memenuhi regulasi emisi yang semakin ketat.
Dalam kondisi beban tinggi, mesin biasanya membutuhkan strategi tertentu untuk mengendalikan temperatur gas buang dan komponen after-treatment. Salah satu pendekatan yang dijelaskan dalam paten Mazda adalah penggunaan EGR dalam jumlah lebih besar untuk membantu menurunkan temperatur gas buang.
Dengan temperatur yang lebih terkendali, mesin berpotensi mempertahankan rasio udara dan bahan bakar yang lebih mendekati kondisi stoikiometri. Tujuannya adalah menjaga kinerja sistem katalis sekaligus membantu memenuhi standar emisi.
Paten ini juga memperlihatkan bahwa Mazda masih melakukan pengembangan serius terhadap teknologi rotary. Meski demikian, keberadaan paten belum berarti teknologi tersebut dipastikan akan digunakan pada mobil produksi dalam waktu dekat.






