JAKARTA, AVOLTA – VinFast siap merakit motor listriknya secara lokal di Indonesia mulai 2027. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pabrikan asal Vietnam ini, untuk memperkuat kehadirannya di pasar kendaraan listrik nasional, sekaligus meningkatkan tingkat kandungan lokal produknya.
Chief Executive Officer VinFast Indonesia E-Motocycle, Yordan Satriadi mengungkapkan bahwa seluruh motor listrik VinFast yang dipasarkan di Indonesia saat ini masih berstatus completely built up (CBU) atau diimpor secara utuh. Namun, mulai tahun depan perusahaan akan beralih ke skema completely knocked down (CKD), melalui fasilitas perakitan di Subang.
“Untuk sementara, tahun ini kita masih semuanya CBU tapi nanti kita akan CKD-nya itu di Subang. Rencananya itu tahun depan, tahun 2027,” kata Yordan saat ditemui usai peluncuran motor listrik VinFast, disitat dari Antara, Senin (20/7/2026).
VinFast baru saja memperluas lini produknya di Indonesia dengan menghadirkan tiga motor listrik, yaitu Evo, Feliz II, dan Viper. Ketiganya dipasarkan menggunakan skema berlangganan baterai, dengan harga Rp17,5 juta untuk Evo, Rp18,5 juta bagi Feliz II, serta Rp22 juta untuk Viper, seluruhnya berstatus on the road (OTR) Jakarta.
Tak hanya menyasar konsumen individu, VinFast juga membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha. Perusahaan siap memasok kendaraan untuk armada operasional perusahaan hingga layanan transportasi daring berbasis aplikasi sebagai bagian dari ekspansi bisnis roda dua listrik di Indonesia.
“Kita terbuka buat semua. Jadi semuanya itu kita bisa serap, kita terbuka siapapun yang mau memiliki kendaraan kita buat armada perusahaan, buat ride hailing (aplikasi transportasi daring), kita bisa bekerja sama,” ujar Yordan.
Untuk mendukung penggunaan motor listriknya, VinFast bersama V-Green terus memperluas jaringan penukaran baterai. Saat ini, keduanya telah mengoperasikan lebih dari 2.000 titik stasiun penukaran baterai yang tersebar di wilayah Jabodetabek serta sejumlah kota besar di Pulau Jawa.
Menurut Yordan, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi bisnis kendaraan roda dua listrik karena penjualan sepeda motor nasional mencapai lebih dari enam juta unit setiap tahun. Dengan memadukan produksi lokal, pengembangan jaringan penukaran baterai, dan pembangunan ekosistem kendaraan listrik, VinFast optimistis dapat memperkuat posisinya di industri motor listrik Tanah Air.
“Di Indonesia ini pasarnya besar, per tahun itu lebih dari enam juta. Ini sesuatu yang sangat menarik buat bisnis roda dua di Indonesia,” tutup Yordan.






