Home Cerita Lexus LFA Listrik: Perdana Pakai Baterai Solid-State

Lexus LFA Listrik: Perdana Pakai Baterai Solid-State

TOKYO, AVOLTA – Lexus semakin dekat mewujudkan generasi terbaru LFA, namun kali ini dengan pendekatan yang benar-benar berbeda. Penerus supercar legendaris tersebut dipastikan akan mengusung sistem penggerak listrik murni dan menjadi model produksi pertama Lexus yang menggunakan baterai solid-state hasil pengembangan Toyota.

Mobil ini sempat menjalani debut dinamis secara senyap di ajang Goodwood Festival of Speed 2026. Berbeda dengan LFA generasi pertama yang terkenal berkat mesin V10 4,8 liter racikan Yamaha, model terbaru justru mengandalkan teknologi elektrifikasi sebagai daya tarik utamanya.

Melansir Carscoops, Senin (20/7/2026) Lexus menyebut baterai solid-state menjadi kunci utama dalam pengembangan supercar listrik tersebut. Dibandingkan baterai lithium-ion konvensional, teknologi ini menawarkan kepadatan energi yang lebih tinggi dalam ukuran yang lebih ringkas.

Artinya, mobil dapat memiliki bobot lebih ringan, performa lebih baik, sekaligus daya jelajah yang lebih panjang. Toyota sendiri telah mengembangkan teknologi ini selama bertahun-tahun dan kini disebut siap memasuki tahap produksi massal.

Supercar listrik anyar Lexus dibangun menggunakan platform aluminium yang sama dengan Toyota GR GT. Bedanya, jika GR GT tetap mengandalkan mesin V8, Lexus memilih menjadikan penerus LFA sebagai etalase teknologi elektrifikasi masa depan perusahaan.

General Manager Program LFA, Yukihiro Yukita, mengakui tantangan terbesar proyek ini mengubah pandangan para pecinta supercar yang masih meragukan kendaraan listrik di segmen performa tinggi.

“Apa yang saya tangkap dari pasar adalah bahwa BEV dianggap palsu karena meniru suara mesin pembakaran. Itu bukan sesuatu yang ingin kami lakukan,” ujar Yukita.

Karena itu, Lexus tidak tertarik mengikuti tren simulasi perpindahan gigi maupun suara mesin buatan seperti yang diterapkan beberapa produsen lain. Menurut Yukita, tujuan Lexus adalah menciptakan sensasi berkendara yang tetap emosional dan menyenangkan tanpa harus berpura-pura menjadi mobil bermesin bensin.

“Kami ingin pengemudi merasakan sensasi seperti mengendarai mobil bermesin, tetapi bukan dengan cara meniru suara atau perpindahan gigi,” jelasnya.

Meski spesifikasi lengkapnya belum diumumkan, berbagai laporan menyebut supercar listrik tersebut akan dibekali sistem penggerak semua roda (AWD) dengan tenaga sangat besar serta memanfaatkan kemampuan baterai solid-state untuk menghasilkan performa tinggi tanpa mengorbankan efisiensi.

Kehadiran model ini juga menjadi tonggak penting bagi Toyota dalam mengomersialkan teknologi baterai generasi berikutnya yang selama ini masih berada dalam tahap pengembangan.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, penerus Lexus LFA bukan hanya menjadi simbol era baru supercar listrik Lexus, tetapi juga akan menjadi kendaraan pertama Toyota Group yang membawa teknologi baterai solid-state ke pasar global.