Home Cerita Toyota dan BMW Tes Bensin dari Minyak Jelantah di Spanyol

Toyota dan BMW Tes Bensin dari Minyak Jelantah di Spanyol

JAKARTA, AVOLTA – Dua raksasa otomotif beda negara, Toyota dan BMW tengah melakukan uji coba penggunaan bahan bakar terbarukan dari minyak jelantah atau minyak goreng sisa, yang dapat mengurangi emisi karbon. Pengetesan ini, sekaligus membuktikan, jika penggunaan bahan bakar terbarukan ini tanpa memerlukan ubahan besar di mesin pembakaran internal.

Disitat dari Carscoops, selain Toyota dan BMW, uji coba ini jiuga melibatkan Repsol dan juga Bosch.

Pengujian ini, bakal menggunakan 20 mobil BMW dan Toyota, yang sepenuhnya menggunakan bahan bakar terbarukan, Nexa 95 dari Repsol. Sedangkan Bosch, akan menyediakan teknologi Digital Fuel Twin, yang melacak penggunaan bahan bakar di seluruh rantai pasokan, dan memverifikasi bahwa setiap kendaraan beroperasi dengan bahan bakar terbarukan yang bersertifikasi.

BMW menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi perusahaan yang mengedepankan keterbukaan teknologi dalam upaya menekan emisi.

Kepala pengembangan program Vehicles Exclusively running on Eligible Fuels (VEEF) BMW Group, Stefan Heller mengatakan, keterbukaan terhadap berbagai teknologi merupakan salah satu pilar utama strategi BMW Group. Pada saat yang sama, tujuan kami selalu menghadirkan kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan lebih efisien di jalan raya.

“Kendaraan BMW dan MINI yang terlibat dalam proyek percontohan berorientasi masa depan ini, akan membantu kami memperoleh data berharga, sehingga kami dapat terus menghadirkan sistem penggerak yang terbaik dan paling efisien bagi pelanggan kami di seluruh dunia pada masa mendatang,” jelas Stefan.

Toyota memiliki pandangan serupa. Pabrikan Jepang tersebut menilai bahan bakar terbarukan bukanlah pesaing kendaraan listrik, melainkan solusi pelengkap dalam upaya dekarbonisasi sektor transportasi. Menurut Toyota, setiap wilayah memiliki kondisi infrastruktur, ekonomi, dan kebutuhan konsumen yang berbeda, sehingga pendekatan menuju netral karbon sebaiknya tidak hanya bergantung pada satu teknologi.

Hasil dari proyek ini nantinya akan diserahkan kepada regulator dan pelaku industri sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan otomotif Eropa setelah 2035.

BMW dan Toyota berharap data yang terkumpul mampu menunjukkan bahwa bahan bakar terbarukan dapat menjadi solusi praktis untuk mengurangi emisi jutaan mobil bermesin bensin yang masih beroperasi, sekaligus mempertahankan pengalaman berkendara tanpa harus mengganti kendaraan dengan model listrik sepenuhnya.