
BEIJING, AVOLTA – CATL (Contemporary Amperex Technology Co., Ltd.) mengumumkan baterai natrium-ion akan memasuki jalur produksi massal pada tahun 2026. Baterai ini diklaim mampu memberikan jangkauan yang lebih luas, yaitu lebih dari 600 km.
Wu Kai, Kepala Ilmuwan CATL dan seorang akademisi Akademi Teknik Cina, menyatakan bahwa perusahaan telah menyelesaikan tantangan manufaktur, membuka jalan untuk produksi skala besar pada kuartal keempat tahun ini.
Tidak seperti baterai LFP atau NMC tradisional, baterai natrium-ion mampu bekerja dengan maksimal dalam kondisi beku, karena selnya mampu mempertahankan sekitar 90% dari kapasitas nominal pada -40 ° C. Demikian melansir CarnewsChina, Sabtu (25/4/2026).
Perusahaan memproyeksikan bahwa baterai natrium-ion pada akhirnya akan menggantikan 30% hingga 40% dari pasar baterai yang ada, karena teknologi ini disebut 1.000 kali lebih melimpah di kerak bumi dibanding litium, sementara biaya ekstraksinya hanya sekitar 1/20 litium.
Dengan basis material yang lebih murah dan lebih melimpah, CATL memproyeksikan teknologi ion natrium dapat menjadi jalan untuk menekan biaya baterai sekaligus meningkatkan kelayakan ekonomi kendaraan listrik komersial ringan dalam jangka panjang.
Nantinya baterai ion natrium ini membawa kapasitas 45 kWh dengan kepadatan energi 175Wh/kg serta usia pakai siklus yang diklaim melampaui 10.000 siklus. CATL juga menyebut baterai tersebut sebagai yang pertama di dunia yang memperoleh sertifikasi berdasarkan standar nasional terbaru GB 38031-2025.




