Home Cerita Update Insentif otomotif 2026: Airlangga Bilang Perlu Evaluasi

Update Insentif otomotif 2026: Airlangga Bilang Perlu Evaluasi

3
0
Toyota Bicara Peluang Mobil LCGC Dialiri Listrik atau Hybrid (TAM)

JAKARTA, AVOLTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan jika insentif untuk otomotif tahun ini masih dalam tahap pengkajian. Pasalnya, dalam beberapa tahun belakangan, subsidi untuk industri kendaraan roda empat ini sudah diberikan dengan anggaran yang cukup besar.

Selama dua tahun terakhir, pemerintah sudah mengalokasikan insentif otomotif dengan nilai mencapai Rp 7 triliun. Di sisi lain, kinerja investasi industri kendaraan bermotor, terutama kendaraan listrik, menunjukkan tren yang terus membaik.

“Otomotif silakan di-review. Karena otomotif sudah kita berikan insentif selama dua tahun terakhir dan nilainya Rp7 triliun. Dan arahan sekarang adalah, dan investasi di sektor otomotif terutama EV sudah meningkat,” ujar Airlangga di Indonesian Business Council (IBC) Business Outlook 2026, disitat dari Antara, ditulis Senin (19/1/2026).

Lanjut Airlangga, dengan masuknya sejumlah merek atau produsen kendaraan listrik juga turut memperkuat alas an perlunya evaluasi kebijakan di sector otomotif Tanah Air. Merek seperti BYD dan VinFast, bahkan sudah berinvestasi di Indonesia, dan membangun fasilitas perakitan, menyusul Langkah yang sudah dilakukan Hyundai terlebih dahulu.

“Sehingga ke depannya ini akan didorong untuk (pengembangan) mobil nasional,” tambah Airlangga.

Sementara itu, terkait usulan insentif dari Kementerian Perindustrian, Airlangga juga mengatakan pembahasan masih focus kepada kajian yang lebih mendasar, Evaluasi diperlukan secara lintas segmen, mulai dari mobil ramah lingkungan Harga terjankau (LCGC) hingga mobil listrik dan juga hibrida.

“Karena yang lebih substantial kan berarti harus mulai dari evaluasi dari LCGC sampai kepada EV, Plug-in hybrid, hybrid. Jadi sifatnya lebih menyeluruh,” tukasnya.