
JAKARTA, AVOLTA – Penjualan kendaraan listrik di Singapura melonjak tajam pada kuartal pertama 2026. Bahkan, untuk pertama kalinya, pengiriman mobil bertenaga baterai ini lebih tinggi dibanding gabungan mesin konvensional dan hybrid.
Berdasarkan data otoritas transportasi Singapura, yang disitat dari straittimes, total registrasi mobil baru selama tiga bulan pertama tahun ini, mencapai 13.322 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.679 unit merupakan mobil listrik, atau setara 57,6 persen dari total pasar.
Di tengah pesatnya pertumbuhan tersebut, produsen asal China, BYD tampil paling dominan. Sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, BYD mencatatkan 3.239 unit penjualan, atau sekitar 24,3 persen dari total registrasi mobil baru di Singapura. Angka ini berarti hampir satu dari empat mobil baru yang terdaftar berasal dari merek tersebut.
Dominasi BYD juga mempertegas tren meningkatnya pengaruh pabrikan China di pasar otomotif Singapura. Untuk pertama kalinya, tiga merek asal China lainnya, Chery, GAC, dan MG, berhasil masuk dalam daftar 10 besar merek mobil terlaris. Ketiganya menggusur sejumlah merek Jepang dan Korea Selatan, yang sebelumnya cukup kuat di Singapura.
Meski begitu, Toyota masih mampu mempertahankan posisi kedua dengan 1.932 unit registrasi dan pangsa pasar 14,5 persen, meskipun lini EV mereka terbatas. Sementara itu, Tesla berada di posisi ketiga dengan kontribusi 1.515 unit atau 11,4 persen pangsa pasar, naik dari posisi keenam pada tahun sebelumnya.
Sejumlah merek premium seperti Mercedes-Benz dan BMW juga masih bertahan di lima besar, masing-masing dengan pangsa pasar 6,4 persen dan 6,2 persen. Di sisi lain, Honda turun ke posisi keenam dengan 5,1 persen, sementara Nissan menutup daftar 10 besar dengan kontribusi 2,6 persen.

