Home Cerita Cuan Otomotif Tiongkok Tembus Rp 26,8 Kuadriliun pada 2025

Cuan Otomotif Tiongkok Tembus Rp 26,8 Kuadriliun pada 2025

JAKARTA, AVOLTA – Industri otomotif Cina menunjukkan performa impresif sepanjang 2025 dengan total produksi mencapai 34,78 juta unit, tumbuh 10 % dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data yang dirilis oleh China Passenger Car Association, yang disitat dari Carnewschina, Kamis (29/1/2026).

Angka tersebut sekaligus memberikan amaran, terkait kekuatan pendorong utama di pasar otomotif global, sekaligus mempertegas posisi Tiongkok sebagai pusat produksi dan ekspor kendaraan terbesar di dunia.

total pendapatan industri sepanjang tahun mencapai 11.179,6 miliar yuan (sekitar Rp26,8 kuadriliun), meningkat 7,1 % secara tahunan.

Total biaya produksi tercatat sebesar 9.849,8 miliar yuan (sekitar Rp23,6 kuadriliun). Dengan demikian, laba gabungan industri mencapai 461 miliar yuan (sekitar Rp1,1 kuadriliun), naik 0,6 % dibandingkan 2024.

Berdasarkan angka tersebut, margin laba industri otomotif berada di level 4,1 %, lebih rendah dari rata-rata 5,9 % perusahaan industri hilir di Negeri Tirai Bambu.

Sementara itu, kontribusi ini tidak terlepas dari peran pabrikan besar seperti BYD, Geely Automobile, Chery, dan Great Wall Motor, yang masing-masing mencatat penjualan jutaan unit. Selain itu, merek pendatang baru seperti Leapmotor, XPeng, Li Auto, Nio, serta Xiaomi Auto turut memperluas pangsa pasar dengan kontribusi ratusan ribu unit.