Target Penjualan Mobil Indonesia Bisa Amblas

Jejeran Unit Produksi Daihatsu bermerek Toyota di Fasilitas Vehicle Logistic Center, Sunter siap ekspor ke mancanegara. (ADM)

JAKARTA, AVOLTA – Industri otomotif Indonesia, masih dihantui dengan berbagai permasalahan, dan salah satunya yang sangat berimbas adalah krisis cip semikonduktor. Selain itu, dampak pandemi Covid-19 yang memang belum berakhir, juga menjadi faktor yang menambah deretan kesulitan perkembangan penjualan mobil di Tanah Air.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiharto menjelaskan, memang krisis cips emikonduktor ini mempengaruhi industri otomotif, terlebih bagi segmen mobil menengah ke atas.

“Memang masih ada kendala, akan tetapi tidak terlalu mengganggu mobil-mobil yang diproduksi di dalam negeri,” ujar Jongkie, seperti disitat dari laman Bisnis.com, ditulis Sabtu (2/7/2022).

Jongkie sendiri tidak memaparkan secara detail terkait kendala yang dihadapi industri otomotif. Namun, ia tetap berharap, target penjualan roda empat secara nasional selama 2022 ini masih tetap bisa tercapai.

“Kami harapkan agar proyeksi penjualan 900 ribu unit untuk 2022 dapat tercapai,” tambah Jongkie.

mini Electric

Mini Electric resmi meluncur di Indonesia (Ist)

Sementara itu, jika disebutkan segmen mobil menengah ke atas atau yang termasuk premium terpengaruh kelangkaan cip semikonduktor, memang diamini oleh salah satu pabrikan, yaitu BMW Group Indonesia. Bahkan, akibat masalah tersebut, memang ada beberapa model yang diimpor secara utuh alias CBU yang mengalami hambatan.

“Memang waktu tunggu (inden) berpengaruh, terutama yang CBU ya. Bisa sampai satiu tahun, ada beberapa model seperti itu,” kata Corporate Communications BMW Group Indonesia Jodie O’tania, di kesempatan terpisah.

Kijang Innova juga tetap menjadi andalan ekspor Toyota selain Fortuner. (TMMIN)

Sedangkan Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan, krisi cip semikonduktor yang terjadi di Indonesia, masih lebih beruntung karena pelaku atau pabrikan masih tetap bisa produksi.

Anton melanjutkan, negara lain seperti Amerika Serikat dan Jepang akibat dampak krisis cip semikonduktor ini, bahkan sampai membuat pabriknya berhenti produksi, dan bisa berlangsung selama sepekan.

Setali tiga uang dengan BMW, akibat krisis cip semikonduktor ini, Toyota juga kesulitan untuk menyediakan kendaraan yang masih impor secara utuh. Meskipun volume tersebut tidak besar, tapi membuat perusahaan harus menerapkan kebijakn inden.

“adi beberapa bulan belakangan banyak juga planning produksi yang dikurangi. Bahkan, kita juga harus menunggu kira-kira bulan ke depan seperti apa. Tetapi mudah-mudahan ke depan tidak diperburuk dengan hal lain,” pungkas Anton.

CATEGORIES
TAGS