
JAKARTA, AVOLTA – Perusahaan hasil patungan antara Mercedes-Benz dan BMW, yaitu Beijing Ion Qi New Energy Technology Co., Ltd bakal memperluas jaringan casan cepat mobil listrik alias supercharging di Cina.
Dikutip dari Carnewchina, perusahaan hasil kerja sama antara pabrikan asal Jerman ini berencana untuk membangun setidaknya 1.000 stasiun supercharging, yang dilengkapi teknologi canggi. Selain itu, ditargetkan juga ada 7.000 stasiun supercharging biasa.
Pembangunan supercharging ini, akan dibagi menjadi beberapa gelombang, dengan yang pertama akan dijadwalkan mulai beroperasi di kota besar Cina, pada tahun ini.
Kemudian, pembangunan perlahan akan menyeluruh di berbagai wilayah lain di seluruh Negeri Tirai Bambu.
Target pembangunan supercharging ini, menunjukan komitmen jangka panjang Mercedes-Benz dan BMW terhadap pasar kendaraan energi baru di Cina.
Sejatinya, BMW telah membangun pengisian daya mobil listrik bertenaga tinggi dengan maksimum 600 kilowatt. Hingga akhir Januari 2024, telah dibangun 54 stasiun yang mencakup 17 kota besar di China dan terbuka untuk kendaraan listrik semua merek.
Sementara itu, pada tahun 2023 stasiun supercharging Mercedes-Benz telah beroperasi di kota-kota seperti Chengdu, Foshan, Qingdao, Chongqing, Kunming, Wuhan, Suzhou, dan Changzhou.





