BERLIN, AVOLTA – Xiaomi Auto semakin serius memperluas bisnisnya ke pasar global. Produsen mobil listrik asal Cina tersebut menggandeng delapan grup diler otomotif besar di Jerman sebagai langkah awal sebelum resmi masuk pasar Eropa pada 2027.
Kerjasama tersebut diumumkan Xiaomi Auto dalam ajang IFA Berlin 2026. Xiaomi menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan delapan grup diler Jerman yang akan menjadi mitra penjualan sekaligus membangun jaringan layanan untuk kendaraan Xiaomi di Eropa.
Jerman dipilih sebagai pintu masuk utama Xiaomi Auto ke Eropa. Setelah memulai penjualan di negara tersebut, Xiaomi berencana memperluas ke sejumlah pasar Eropa lainnya. Demikian mengutip CarnewsChina, Sabtu (5/9/2026).
Kehadiran delapan grup diler ini menjadi langkah penting karena Xiaomi tidak hanya perlu menyiapkan produk, tetapi juga jaringan penjualan dan layanan purnajual sebelum memasarkan mobilnya secara resmi di luar Tiongkok.
Xiaomi menyebut kolaborasi tersebut sebagai tahap awal dalam membangun jaringan ritel dan layanan di Eropa. Perusahaan juga masih berencana menambah jumlah mitra diler di kawasan tersebut seiring dengan perluasan bisnisnya.
Untuk tahap awal, Xiaomi akan membawa lini kendaraan listrik yang sudah dipasarkan di Cina ke pasar Eropa. Salah satu model yang menjadi perhatian, yaitu Xiaomi SU7, sedan listrik yang sejak diperkenalkan pada 2024 mendapat respons kuat di pasar domestiknya.
Hingga saat ini, Xiaomi Auto telah mengirimkan lebih dari 700.000 kendaraan listrik sejak memulai penjualan pada 2024. Performa tersebut menjadi salah satu modal Xiaomi sebelum mencoba bersaing dengan produsen mobil Eropa di pasar yang memiliki persaingan ketat.
Selain SU7, Xiaomi juga memiliki SUV listrik YU7 serta model performa tinggi SU7 Ultra. Produk-produk tersebut menjadi bagian dari strategi Xiaomi untuk membangun citra sebagai merek kendaraan listrik dengan teknologi tinggi.
Xiaomi juga telah menyiapkan fondasi untuk aktivitasnya di Eropa. Perusahaan membuka pusat penelitian dan pengembangan di Munich yang berfokus pada pengembangan mobil berperforma tinggi, desain, serta dinamika kendaraan.
Langkah Xiaomi masuk ke Eropa datang ketika produsen mobil Cina semakin agresif memperluas pasar di luar negeri. Sejumlah merek Cina seperti BYD, Xpeng, Changan, Omoda, Jaecoo, dan MG telah memperluas kehadirannya di berbagai negara Eropa.






