Home Cerita Samsung Caplok Saham Pabrik Baterai GM Rp 56 Triliun

Samsung Caplok Saham Pabrik Baterai GM Rp 56 Triliun

DETROIT, AVOLTA – General Motors (GM) mengubah strategi bisnis kendaraan listriknya dengan melepas kepemilikan di proyek pabrik baterai senilai 3,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp56 triliun kepada Samsung SDI.

Langkah ini membuat Samsung SDI menjadi pemilik penuh fasilitas produksi baterai yang berada di New Carlisle, Indiana, Amerika Serikat. Demikian melansir ArenaEV, Sabtu (15/8/2026).

Sebelumnya, pabrik tersebut dibangun melalui perusahaan patungan bernama Synergy Cells yang dimiliki GM dan Samsung SDI. GM memegang 49,99% saham, sementara Samsung SDI menjadi pemegang saham mayoritas. Kini, Samsung SDI membeli seluruh kepemilikan GM sehingga fasilitas tersebut berubah menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya berada di bawah Samsung SDI.

Proyek tersebut awalnya dirancang sebagai salah satu bagian penting dari strategi elektrifikasi GM. Pabrik yang berdiri di atas lahan sekitar 275 hektare itu direncanakan membuka ribuan lapangan kerja dan memiliki kapasitas produksi baterai antara 27 GWh hingga 36 GWh.

Namun, perubahan kondisi pasar kendaraan listrik di AS membuat rencana tersebut harus dievaluasi. Salah satu faktor yang disebut memengaruhi permintaan adalah berakhirnya kredit pajak federal kendaraan listrik sebesar 7.500 dollar AS pada 30 September 2025.

Setelah insentif tersebut dihentikan, permintaan kendaraan listrik di pasar Amerika Utara mengalami tekanan. GM kemudian mencatatkan penghapusan nilai aset atau write-down lebih dari 6 miliar dollar AS dan mengurangi aktivitas produksi kendaraan listrik di sejumlah fasilitas yang sebelumnya dikembangkan melalui kerja sama dengan LG Energy Solution.

GM juga sebelumnya telah menjual kepemilikannya di salah satu fasilitas Ultium Cells kepada LG Energy Solution dengan nilai transaksi mencapai 2,14 miliar dollar AS.

Keputusan terbaru di Indiana menunjukkan GM kini memilih pendekatan yang lebih berhati-hati dalam pengembangan bisnis baterai. Alih-alih menjadi pemilik langsung fasilitas produksi, GM akan mempertahankan hubungan dengan Samsung SDI melalui kerja sama pasokan dan pengembangan teknologi baterai generasi berikutnya.

Dalam kesepakatan baru tersebut, kedua perusahaan tetap akan mengembangkan baterai prismatik kaya nikel generasi terbaru dengan teknologi PRiMX milik Samsung SDI. Baterai tersebut dikembangkan untuk menawarkan kepadatan energi tinggi sekaligus kemampuan pengisian daya yang lebih baik.