
SHANGHAI, AVOLTA – Penjualan kendaraan penumpang di Cina pada Januari 2026 menunjukkan peta persaingan yang semakin menarik. Data dari China Passenger Car Association (CPCA) mencatat total wholesale kendaraan penumpang mencapai hampir 2 juta unit, meski angka ini turun sekitar 6,2% dibandingkan Januari tahun sebelumnya.
Mengutip CarnewsChina, Senin (16/2/2026) di tengah perlambatan pasar, BYD Song tampil sebagai jawara penjualan dengan 42.227 unit wholesales, mengungguli sejumlah rival kuat lainnya. SUV kompak ini menempatkan diri di puncak daftar meski persaingan dari produsen lain cukup ketat.
Menyusul di posisi kedua dan ketiga model dari Geely Galaxy EX2 dan Geely Boyue, yang masing-masing membukukan angka wholesales lebih dari 41.000 unit. Kondisi ini menunjukkan kekuatan Geely Auto dalam memenuhi permintaan di pasar domestik.
Sementara itu, Tesla Model Y berada di posisi keempat dengan angka sekitar 38.916 unit, diikuti oleh kejutan dari Xiaomi YU7 di peringkat kelima dengan hampir 38 ribu unit. Kedua model ini menunjukkan bahwa mobil listrik kini tak hanya milik pemain besar tradisional, tetapi juga merek baru yang agresif dalam ekspansi.
Menariknya, dari 17 model yang memecahkan angka wholesales di atas 20.000 unit dalam daftar tersebut, 13 di antaranya merupakan kendaraan listrik atau NEV (New Energy Vehicle), menandakan bahwa tren elektrifikasi di Tiongkok tetap kuat.
Namun jika dilihat dari sisi penjualan retail (ke konsumen), angka totalnya mencapai sekitar 1,54 juta unit, turun hampir 14% dari Januari tahun lalu. Penjualan retail kendaraan listrik juga turun hingga 20%, yang menunjukkan bahwa tantangan pasar masih nyata meski permintaan NEV relatif tinggi di daftar wholesale.
Secara garis besar, lanskap penjualan mobil di Cina pada awal 2026 menunjukkan dominasi model-model lokal berbasis teknologi baru, sementara produsen global seperti Tesla masih harus terus beradaptasi menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar EV terbesar dunia.





