
PARIS, AVOLTA – Renault menggandeng Google dan Qualcomm untuk mengembangkan software alias perangkat lunak canggih untuk bersaing dengan milik Tesla.
Disitat dari Carscoops, Kamis (27/4/2023), arsitektur software baru dari pabrikan asal Perancis ini akan beroperasi hanya dengan 20 prosesor, dibandingkan dengan 100 prosesor yang saat ini digunakan oleh Renault. Tidak hanya itu, perangkat lunak ini juga memungkinkan untuk dilakukan pembaharuan secara over-the-air.
“Ini mirip dengan Tesla, pada 2026 ini mereka akan memiliki pendekatan yang sama, mereka memiliki pendekatan EV yang sama,” ujar Chief Digital Officer Renault, Frederic Vincent.
Selain itu, Vincent juga mengatakan keunggulan dari software yang akan dikembangkan oleh Renault ini, yaitu mampu menghindari biaya penelitian dan pengembangan sebesar USD 1,65 miliar selama satu dekade.
Software baru ini, juga akan menguntungkan pemilik dengan meningkatkan nilai jual kembali berkat fitur mengemudi, dan infotainment mobil listrik yang dapat diperbarui secara konsisten.
Sebagai informasi, Renault sendiri berencana untuk meluncurkan kendaraan listrik Ampere sebelum akhir 2023, dan yakin dapat memiliki kapitaliasasi pasar sekitar 10 miliar euro.





