Mulai Terungkap Spesifikasi Toyota Kijang Innova EV Concept

Toyota Kijang Innova EV Concept Study Car, diciptakan sebagai bahan riset menuju produk elektrifikasi. (TAM)

JAKARTA, AVOLTA – Toyota Kijang Innova EV Concept telah diperkenalkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) hybrid 2022 beberapa waktu lalu. Saat itu, hanya desain eksterior yang banyak terungkap, sedangkan spesifikasi belum banyak terungkap.

Namun, saat Seminart Nasional dengan tema 100 Years of Indonesia Automotive Industry, Realizing Indonesia Net-Zero Emission” yang berlangsung di Universitas Diponegoro (UNDIP), sebuah pamflet yang berisi spesifikasi mobil ramah lingkungan asal Jepang ini mulai terungkap.

Motor elektrik yang digunakan sanggup menghasilkan torsi sebesar 700 Nm dengan kecepatan puncak 120 kpj.

Baterai pack menggunakan lithium ion dengan spesifikasi 59,3 kWh, baterai sub-pack no.1 ( 27,4 kWh) yang diletakan di kompartemen mesin, baterai sub-pack no.2 (20,4 kWh) yang terletak di under floor, dan baterai sub-pack no.3 (11,4 kWh) yang juga terletak di under floor.

Sedangkan jarak tempuh Kijang Innova EV Concept disebutkan bisa mencapai 280 km.

Informasi lainnya, adalah kecepatan pengisian baterai berdasarkan tipe charger, yang dibutuhkan waktu pengisian selama empat jam jika menggunakan charger 45A-3 phase. Tapi, jika memakai charger 1 phase membutuhkan waktu 8 hingga 12 jam.

Kijang Innova BEV Concept Study Car langsung disambangi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada pembukaan IIMS Hybrid 2022. (TAM)

Sebelumnya, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam jika Kijang Innova listrik sejatinya menggunakan platform Kijang Innova Reborn tipe Venturer. Secara singkatnya, Toyota mengganti mesin konvensional dengan teknologi listrik.

Total ada sekitar 30 persen yang dihilangkan dari Kijang Innova konvensional, dan diganti dengan baterai dan motor listrik. “Baterai 60 kWh di Kijang Innova listrik ini masih kami impor,” ucap Bob tanpa menyebutkan perodusen baterai yang digunakan.

Secara basis, menurut Bob Innova listrik ini dibangun berdasarkan Innova Venturer sehingga platformnya Ladder Frame, bukan TNGA. Tapi, ke depan bakalan disesuaikan karena sekarang ini Toyota belum punya sasis khusus untuk mobil listrik.

“Kita belum punya e-platform, semuanya dikembangkan secara bertahap. Nanti yang versi produksi massal akan menggunakan sasis TNGA,” tukas Bob.

CATEGORIES
TAGS