Penjualan Mobil di Thailand Keok dari Indonesia 2021

Jejeran Unit Produksi Daihatsu bermerek Toyota di Fasilitas Vehicle Logistic Center, Sunter siap ekspor ke mancanegara. (ADM)

BANGKOK, AVOLTA – Pandemi Covid-19 dan juga krisis cip semikonduktor memukul industri otomotif di Thailand. Bahkan, penjualan mobil di Negeri Gajah Putih ini turun 17,2% pada Desember 2021.

Berdasarkan laporan Federasi Industri Thailand (FTI), yang disitat dari Paultan, Senin (31/1/2022), total penjualan mobil di Thailand sepanjang 2021 tercatat 759.119 unit atau turun 4,2% dibandingkan 2020. Sedangkan Desember 2021, hanya terjual 86.145 unit.

Namun, untuk 2022 ini, Thailand memasang target yang optimistis, karena didukung beberapa faktor, seperti pelonggaran pembatasan serta pemulihan ekonomi secara keseluruhan.

Juru Bicara Divisi Otomotif FTI, Surapong paisitpattmapong menjelaskan, target 2022, Thailand berharap penjualan meningkat dari 3% – 12% atau dengan total penjualan sebesar 800 ribu sampai 850 ribu unit.

Dari segi ekspor, industri otomotif Thailand masih mengalami kenaikan yang signifikan pada Desember 2021, sebesar 48%. Bahkan, diprediksi ekspor Thailand pada 2022, bisa meningkat sebesar 4,3% menjadi satu juta unit.

Ilustrasi ekspor Toyota dari Indonesia ke mancanegara. (TMMIN)

Dengan catatan penjualan tersebut, Indonesia berhasil mengungguli Thailand. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan di pasar otomotif nasional 863.348 unit atau meningkat sebesar 49,3% dibanding periode sebelumnya atau 2020.

Dari total penjualan, lima merek mobil asal Jepang masih mendominasi, yaitu Toyota dengan penjualan sebanyak 290.499 unit dengan pangsa pasar sebanyak 33,6%.

Kemudian, disusul Daihatsu, dengan penjualan 151,107 unit atau memperoleh pangsa pasar sebesar 17,5%, Mitsubishi Motors dengan penjualan 104.407 unit atau pangsa pasar 12,1%, Honda 91.393 unit atau pangsa pasar 10,6%, dan Suzuki 89.596 unit.

Dari segi ekspor, tercatat sebanyak 294.639 unit mobil buatan Indonesia dikirim ke luar negeri. Jumlah tersebut naik 26,9% dibanding periode sebelumnya atau 2020.

CATEGORIES
TAGS