BEIJING, AVOLTA – Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), produsen baterai kendaraan listrik asal Cina, memperkenalkan sistem dua baterai untuk mempercepat penggunaan truk listrik, khususnya kebutuhan angkutan barang jarak jauh.
Teknologi yang disebut Dual-Electric Range Extension Battery ini menggabungkan baterai utama yang bisa ditukar dengan baterai tambahan berkapasitas 77 kWh. Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan pemanfaatan kapasitas baterai sekaligus menekan biaya operasional armada truk listrik.
Baterai utama dipasang di bagian bawah sasis dan dapat diganti melalui stasiun penukaran baterai. Sementara baterai tambahan ditempatkan di belakang kabin truk untuk menyediakan daya cadangan ketika kapasitas baterai utama hampir habis. Demikian dikutip CnEVPost, Jumat (23/10/2026)
Dengan baterai tambahan, CATL mengklaim pemanfaatan baterai utama bisa ditingkatkan dari sekitar 70% menjadi lebih dari 95%. Ketika daya baterai utama menipis, sistem dapat memindahkan suplai listrik ke baterai cadangan dalam hitungan milidetik agar penyaluran tenaga tetap berlangsung.
CATL juga memperkenalkan baterai utama standar berkapasitas 432 kWh dan 513 kWh. Kedua baterai tersebut masing-masing menggunakan kode 260# dan 300#, serta dapat dipadukan dengan baterai tambahan 77 kWh.
Sistem ini memungkinkan perusahaan logistik menyewa baterai utama sesuai kebutuhan operasional, sedangkan baterai tambahan tetap menjadi bagian dari kendaraan.
Selain teknologi dua baterai, CATL memperbarui sistem penukaran baterai truk berat Qiji. Proses penggantian baterai diklaim dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima menit. Stasiun generasi terbaru juga disebut dapat menekan biaya pembangunan hingga 10 persen dan dipasang tanpa memerlukan lubang khusus di bawah kendaraan.
CATL menargetkan pengoperasian 900 stasiun penukaran baterai truk berat di Tiongkok hingga akhir 2026. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 2.000 stasiun pada 2027, dengan sasaran jangka panjang mencapai 10.000 stasiun.






