Krisis Cip Semikonduktor Jadi Cuan Pedagang Mobil Bekas

Ilustrasi mobil bekas Mobil88 dari Grup Astra. (Mobil88)

JAKARTA, AVOLTA – Produksi mobil baru sedang mengalami masalah serius, yaitu krisis cip semikonduktor. Alhasil, untuk mobil yang banyak menggunakan komponen tersebut produksi terganggu dan konsumen harus menunggu lama.

Para produsen otomotif pun berharap krisis tersebut bisa segera berakhir karena untuk beberapa merek mobil, ada yang daftar tunggunya sampai empat bulan lebih.

Akan tetapi, kondisi itu justru dimanfaatkan oleh pedagang mobil bekas untuk meraih cuan alias keuntungan. Salah satunya Mobil88 yang memanfaatkan kelangkaan cip semikonduktor untuk meningkatkan penjualan.

“Daripada menunggu mobil baru, lebih baik membeli mobil bekas yang secara kualitas terjaga. Ini otomotis berdampak pada penjualan,” ungkap Presiden Direktur Mobil88 Naga Sujady di Jakarta, Selasa (31/5/2022).

Menurut dia, Mobil88 mencatat penjualan mobil bekas di perusahaannya periode Januari sampai April mengalami peningkatan 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bahkan penjualan paling tinggi terjadi pada periode April 2022. Pada periode tersebut, pemerintah membolehkan masyarakat untuk mudik sehingga berdampak pada penjualan mobil bekas.

“Ke depan bicara tren, penjualan seharusnya makin tumbuh. Makro ekonomi akan mendorong ke arah sana. Semoga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” tutur Naga.

CATEGORIES
TAGS