JAKARTA, AVOLTA – Chery resmi mengambil alih bekas fasilitas produksi Nissan di Rosslyn, Afrika Selatan. Keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan asal Tiongkok ini, untuk memperkuat ekspansi global sekaligus menjadikan Afrika Selatan sebagai pusat manufaktur, ekspor, riset, dan operasional di kawasan Afrika.
Disitat dari Reuters, akuisisi pabrik ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang diumumkan pada Januari 2026. Chery menargetkan lini produksi pertama mulai beroperasi pada pertengahan 2027.
Untuk tahap awal, fasilitas ini akan memproduksi SUV Jetour seri T, dengan pilihan mesin pembakaran internal (ICE) maupun kendaraan energi baru (NEV).
Wakil Presiden Chery Auto, Charlie Zhang mengatakan dalam proses transisi, pihaknya memastikan seluruh 692 karyawan yang sebelumnya bekerja di pabrik Nissan tetap dipertahankan. Selain itu, perusahaan juga menargetkan penciptaan sekitar 3.000 lapangan kerja baru, seiring peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan fasilitas di masa mendatang.
“Tujuan jangka panjang kami adalah mengubah pabrik Rosslyn menjadi pusat otomotif lengkap dengan penelitian dan pengembangan, operasi rantai pasokan, dan pelatihan, yang mendukung perluasan kehadiran Chery dan tujuan melampaui 100.000 penjualan kendaraan tahunan di Afrika Selatan,” jelas Charlie Zhang.
Sekedar informasi, Chery memang telah menyiapkan investasi, meskipun jumlahnya belum diumumkan secara resmi yang akan digunakan untuk memodernisasi pabrik, beserta peralatan produksinya sebelum proses perakitan dimulai.
Pada tahap awal produksi, perusahaan menargetkan sekitar 40 persen komponen kendaraan berasal dari pemasok lokal. Di saat yang sama, Chery juga berencana menghadirkan sejumlah pemasok asal Cina, khususnya untuk komponen kendaraan listrik dan teknologi pintar.






