JAKARTA, AVOLTA – Keputusan Toyota untuk menghentikan produksi GR Supra, ternyata membuat pecinta otomotif asal Amerika Serikat ingin memiliki salah satu unit terakhir mobil sport legendaris tersebut sebelum menghilang dari pasar.
Disitat dari Carscoops, berdasarkan data penjualan semester pertama 2026, oyota berhasil mengirimkan 2.116 unit GR Supra kepada konsumen Negeri Paman Sam. Angka tersebut melonjak hingga 71,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 1.231 unit.
Sementara itu, sepanjang Juni 2026 saja, penjualannya juga meningkat 45,8% menjadi 449 unit. Peningkatan ini terjadi setelah pabrik Magna Steyr di Graz, Austria, resmi mengakhiri produksi Supra pada musim semi tahun ini, sehingga stok yang tersisa kini menjadi incaran para penggemar.
Situasi berbeda justru dialami Toyota GR86. Mobil sport bermesin boxer tersebut belum mampu mengikuti kesuksesan Supra. Selama enam bulan pertama 2026, penjualan GR86 tercatat turun sekitar 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontras performa kedua model tersebut menunjukkan bahwa faktor eksklusivitas memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pembelian. Toyota Supra yang memasuki masa pensiun, justru menjadi barang buruan, sedangkan GR86 yang masih dipasarkan secara normal belum mampu menciptakan kondisi serupa di kalangan konsumen.
Meski demikian, berakhirnya produksi GR Supra bukan berarti Toyota akan meninggalkan segmen mobil sport. Pabrikan asal Jepang itu sebelumnya telah memberikan sinyal bahwa nama Supra masih memiliki masa depan. Namun, hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai kapan generasi penerusnya akan diperkenalkan ataupun seperti apa konsep yang akan dihadirkan nanti.






