Home Cerita BYD Menang Lawan Vlogger Otomotif: Kasus Pencemaran Nama Baik

BYD Menang Lawan Vlogger Otomotif: Kasus Pencemaran Nama Baik

SHENZHEN, AVOLTA – BYD memenangkan perkara hukum terkait pencemaran nama baik terhadap seorang blogger otomotif di Cina.

Dalam putusan pengadilan tingkat kedua, vlogger bernama “Long Ge Talks EVs” diwajibkan meminta maaf secara publik sekaligus membayar kompensasi sebesar 2 juta yuan atau sekitar Rp 4,8 miliar. Demikian dilansir CarnewsChina, Selasa (19/5/2026).

Kasus ini bermula dari sejumlah konten video yang diunggah akun tersebut dan beberapa akun terkait “Managedian New Energy”. Dalam video-video tersebut, sang blogger membahas kasus perbaikan kendaraan BYD dan melontarkan tuduhan terkait sistem baterai, motor listrik, hingga sistem kontrol elektronik mobil BYD tanpa bukti teknis yang tervalidasi.

Pengadilan menilai klaim tersebut tidak memiliki dasar kuat dan dianggap merusak reputasi komersial maupun produk BYD.

Dalam video permintaan maaf yang dipublikasikan pekan ini, blogger tersebut mengakui adanya “pernyataan yang tidak pantas” dalam konten yang sebelumnya dibuat. Ia juga menyebut putusan banding telah resmi dikeluarkan pengadilan dan menguatkan kemenangan BYD atas gugatan tersebut.

Pengadilan Cina memutuskan para tergugat terbukti menyebarkan informasi palsu yang berdampak negatif terhadap citra BYD. Selain membayar kompensasi, mereka juga diwajibkan menghentikan pelanggaran, menghapus dampak negatif yang ditimbulkan, dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.

Perkara ini sebenarnya sudah mulai mencuat sejak Desember 2025 ketika BYD mengumumkan kemenangan pada sidang tingkat pertama. Departemen hukum BYD saat itu menyatakan sejumlah akun di platform seperti Douyin dan WeChat Channels telah menyebarkan informasi menyesatkan terkait kendaraan BYD.

Kasus tersebut juga menjadi bagian dari meningkatnya perselisihan hukum antara produsen otomotif Tiongkok dengan kreator konten otomotif di media sosial. Selain BYD, beberapa merek lain seperti Great Wall Motor dan XPeng juga pernah terlibat kasus serupa terkait dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi palsu.

Tak hanya berurusan dengan BYD, blogger tersebut dilaporkan juga menghadapi gugatan lain dari perusahaan otomotif Seres terkait kendaraan bermerek Aito. Dalam perkara berbeda, pengadilan disebut memerintahkan pembayaran kompensasi tambahan sebesar 160.000 yuan atau sekitar 23.000 dolar AS.

Di tengah kasus hukum tersebut, performa penjualan global BYD masih tergolong kuat. Pada April 2026, BYD membukukan penjualan kendaraan listrik global sebanyak 314.100 unit. Angka itu naik 6,2 % dibanding Maret 2026, meski secara tahunan turun 15,7 % dibanding periode yang sama tahun lalu.