Home Cerita Mitsubishi Akhirnya Menyerah di Cina

Mitsubishi Akhirnya Menyerah di Cina


SHANGHAI, AVOLTA – Mitsubishi Motors Corporation resmi menghentikan perjanjian kerjasama dengan Shenyang Aerospace Mit. Engine Mfg. Ltd. (Shenyang Aerospace Mitsubishi), yang artinya penarikan penuh Mitsubishi dari sektor manufaktur otomotif di Cina.

Mengutip CarnewsChina, Senin (18/8/2025), keputusan ini menyusul berakhirnya produksi mobil Mitsubishi di Tiongkok sejak tahun 2023, sekaligus menjadi langkah strategis di tengah percepatan transisi pasar Cina menuju kendaraan energi baru (new energy vehicles/NEV).

Ststus Shenyang Aerospace Mitsubishi per 2 Juli 2025 berubah nama menjadi Shenyang Guoqing Power Technology Co., Ltd., dan Mitsubishi Motors serta Mitsubishi Corporation keluar sebagai pemegang saham.

“Perubahan cepat industri otomotif Cina sebagai alasan utama hengkangnya mereka, sembari menegaskan adanya evaluasi ulang terhadap prioritas bisnis di kawasan tersebut,” tulis pernyataan resmi Mitsubishi.

Sekadar informasi, Mitsubishi di pasar Tiongkok dimulai sejak tahun1973 silam lewat ekspor truk medium-duty. Memasuki awal 2000-an, dua joint venture mesin mereka memasok powertrain untuk sekitar 30 persen mobil yang diproduksi di Cina.

Namun, meroketnya industri kendaraan listrik dan menurunnya permintaan mesin pembakaran internal perlahan menggerus posisi Mitsubishi.

Sampai akhirnya kondisi finansial GAC Mitsubishi pun memburuk. Per 31 Maret 2023, tercatat aset senilai 4,198 miliar yuan atau sekitar Rp 9,58 triliun berbanding liabilitas 5,613 miliar yuan sekitar Rp 12,79 triliun, meninggalkan nilai bersih -1,414 miliar yuan atau sekitar -Rp 3,22 triliun berdasarkan data GAC.