Home Cerita Geely Ungkap Teknologi Off-Road Berbasis AI

Geely Ungkap Teknologi Off-Road Berbasis AI

SHANGHAI, AVOLTA – Geely memperkenalkan teknologi baru untuk kendaraan off-road yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI), sistem penggerak hybrid, serta sasis digital.

Teknologi tersebut akan pertama kali digunakan pada Geely Zhanjian 700, SUV yang disiapkan untuk menghadapi medan berat sekaligus menawarkan kenyamanan penggunaan harian. Demikian melansir CarnewsChina, Senin (31/8/2026).

Teknologi baru Geely ini terdiri dari tiga bagian utama, yakni Geely Terrain Architecture (GTA), sistem penggerak hybrid EM-T, serta AI All-Terrain Digital Chassis. Ketiganya dirancang untuk bekerja secara terintegrasi agar kendaraan dapat menyesuaikan karakter penggerak dan sasis berdasarkan kondisi medan.

Pada bagian struktur, GTA menggabungkan konstruksi unibody dengan rangka terintegrasi. Geely mengklaim pendekatan tersebut mampu mengurangi bobot hingga 100 kilogram dibandingkan konstruksi rangka terpisah konvensional, sekaligus menghasilkan kekakuan torsional lebih dari 40.000 Nm/derajat.

Arsitektur tersebut juga dirancang untuk memaksimalkan ruang kabin. Geely menyebut efisiensi area lantai mencapai 80,3%, dengan lantai dan ambang pintu yang dibuat lebih rata.

Untuk kebutuhan off-road, Zhanjian 700 memiliki ground clearance 233 mm, sedangkan jarak terendah baterai dari permukaan tanah mencapai 313 mm. Kendaraan ini juga diklaim mampu menahan beban atap hingga 16 ton.

Sektor performa menjadi salah satu bagian yang paling menarik. Geely menggunakan sistem hybrid EM-T dengan konfigurasi tiga motor listrik dan penggerak empat roda. Sistem tersebut terdiri dari mesin bensin 2,0 liter turbo khusus off-road, transmisi DHT tiga percepatan, satu motor P3 di roda depan, serta dua motor P4 di roda belakang.

Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga maksimal hingga 830 kW atau sekitar 1.113 PS. Sistem penggeraknya juga dilengkapi dua electronic soft-lock serta satu mechanical hard-lock pada gandar belakang untuk membantu mempertahankan traksi ketika melewati medan ekstrem.

Geely juga mengembangkan sistem pengaturan torsi secara elektronik yang dapat melakukan penyesuaian dalam hitungan milidetik. Sementara mekanisme mechanical lock pada gandar belakang disebut mampu melakukan penguncian dalam waktu sekitar 200 milidetik.

Untuk menjaga performa ketika digunakan dalam waktu lama di medan berat, komponen penggerak listrik menggunakan rumah berbahan magnesium alloy dan sistem pendinginan dual-loop yang bekerja secara aktif.

Teknologi AI kemudian menjadi bagian penting dalam pengendalian kendaraan. Sistem AI All-Terrain Digital Chassis menggunakan Vehicle Motion Control Centre atau GVMC 3.0 serta arsitektur elektronik EEA 4.0.

Sistem tersebut dapat mengatur distribusi tenaga, torsi, serta karakter sasis berdasarkan kondisi permukaan jalan. Suspensi hidraulik aktif juga mampu memindai kondisi permukaan hingga jarak 30 meter di depan kendaraan, kemudian melakukan penyesuaian sebelum roda melewati permukaan tersebut.

Kemampuan tersebut diharapkan membuat Zhanjian 700 tidak hanya tangguh ketika digunakan di medan berat, tetapi juga tetap nyaman saat digunakan di jalan aspal.

Geely turut membekali kendaraan dengan sejumlah fitur untuk menghadapi kondisi ekstrem. Sistem penggerak listrik memiliki sertifikasi IPX8, sementara kendaraan juga memiliki kemampuan darurat untuk mengapung di air.

Dalam kondisi tertentu, sistem dapat mengaktifkan Floating Mode dengan bantuan sensor sonar dan pendorong di bagian belakang. Fitur ini memungkinkan kendaraan bergerak di permukaan air dalam situasi darurat.

Aspek keselamatan juga mendapat perhatian. Struktur kabin menggunakan baja berkekuatan tinggi dan hot-formed steel yang dipadukan dengan roll cage tersembunyi.

Baterai menggunakan sistem perlindungan khusus yang disebut Aegis. Perlindungan tersebut mencakup beberapa lapisan proteksi fisik serta pelat bagian bawah berbahan polyurea yang dirancang untuk menghadapi benturan ketika kendaraan melewati medan berat.