Home Cerita Masa Depan Honda dan Nissan Bukan Sekadar Mobil

Masa Depan Honda dan Nissan Bukan Sekadar Mobil

JAKARTA, AVOLTA – Honda dan Nissan kini tengah menapaki arah baru yang cukup mengejutkan. Kedua raksasa otomotif asal Jepang ini mulai menunjukkan pergeseran fokus dari sekadar memproduksi mobil, ke strategi bisnis yang jauh lebih luas dan kompleks.

Langkah-langkah besar yang dilakukan bukan hanya soal kendaraan listrik (EV), tetapi juga menyentuh sektor teknologi, perangkat lunak, dan bahkan eksplorasi luar angkasa.

Disitat dari Carscoops, kerja sama antara Honda dan Nissan yang diumumkan pada 2024 terus berkembang. Kedua perusahaan sepakat untuk berkolaborasi dalam pengembangan perangkat lunak EV, sistem baterai, dan teknologi kendaraan masa depan lainnya.

Tujuannya jelas, memperkuat posisi keduanya di tengah persaingan ketat dengan Tesla dan produsen China seperti BYD. Dua perusahaan asal Jepang ini, bahkan menargetkan peluncuran kendaraan listrik hasil kolaborasi pertama mereka pada 2030.

Namun, hubungan antara dua raksasa ini tidak selalu mulus. Pada akhir 2024, sempat muncul kabar bahwa keduanya akan melakukan merger dan membentuk holding company terbesar ketiga di dunia setelah Toyota dan Volkswagen. Namun rencana tersebut kandas, ketika Nissan menarik diri dari negosiasi karena tidak sepakat dengan usulan Honda yang ingin menjadikan Nissan sebagai anak perusahaan.

Kondisi internal Nissan sendiri cukup mengkhawatirkan. Perusahaan tersebut mencatat kerugian hingga US$4,5 miliar (sekitar Rp73 triliun) pada tahun fiskal 2024 dan memiliki utang sebesar US$4,8 miliar (sekitar Rp77,8 triliun).

Untuk menekan biaya, Nissan juga berencana mengurangi 9.000 tenaga kerja global dan menutup beberapa pabrik di Thailand serta Amerika Serikat. Produksi mereka bahkan diprediksi hanya akan mencapai 4 juta unit, turun dari target awal sebanyak 5 juta unit.

Di sisi lain, Honda justru semakin agresif merambah sektor-sektor non-otomotif. Selain mengembangkan teknologi sel bahan bakar hidrogen, Honda juga aktif dalam proyek luar angkasa dan pesawat ringan.