
JAKARTA, AVOLTA – Yamaha menjadi salah satu pabrikan roda dua besar di Indonesia yang belum mulai penjualan motor listrik. Meskipun, pabrikan berlambang garpu tala ini sudah melakukan serangkaian riset bertajuk proof of concept (PoC) pada motor listrik Yamaha E01.
Dijelaskan Asst. General Manager Marketing – Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Antonius Widiantoro, untuk menjual motor listrik di Indonesia, diperlukan banyak riset terlebih dahulu.
“Masih banyak riset yang harus dilakukan, mungkin juga kondisi konsumen saat ini masih banyak yang mempertimbangkan untuk memiliki motor listrik, baik dari performa atau soal charging,” jelas Anton, disitat dari Tempo, Selasa (17/10/2023).
Sementara itu, Anton juga mengatakan, pihaknya masih belum bisa memastikan harga jual yang pas untuk satu unit motor listrik Yamaha di Indonesia. Tidak hanya soal banderol murah saja yang diinginkan konsumen, tapi juga harus seimbang dengan performa yang ditawarkan.

Dengan begitu, Yamaha sendiri tengah memantau harga pasaran motor listrik di Indonesia, agar nantinya bisa bersaing dengan produsen lainnya, jika model ramah lingkungnnya sudah diluncurkan.
“Saat ini, konsumen punya patokan harga dengan membandingkan dengan harga motor listrik lainnya yang sudah ada saat ini. Tapi, semua ini tetap menjadikan masukan untuk kami (menentukan berapa harga yang pas saat menjual motor listrik di Indonesia),” tambah Anton.
Sebelumnya, Yamaha sendiri semapt mengungkapkan survei yang dilakukan, jika banyak responden yang menerima apabila motor listrik ini dijual mulai Rp 40 jutaan.
“Saat ditanya harga motor listrik dengan desain dan spesifikasi ini (E01), paling banyak menerima di angka Rp 40 juta sampai Rp 60 juta,” tukasnya beberapa waktu lalu.
