Home Cerita Baterai Kendaraan Listrik dari Cina Dilarang Masuk AS

Baterai Kendaraan Listrik dari Cina Dilarang Masuk AS

2
0
Pabrik Foxconn di China (Reuters)

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali memberlakukan larangan barang dari Cina dilarang masuk AS. Kali ini komponen baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang diimpor utuh dari Tiongkok itu tidak diterima di negeri Paman Sam.

Melansir laman Reuters, Rabu (23/8/2023) AS menuduh Cina melakukan kerja paksa dan mendirikan kamp konsentrasi bagi warga Uighur di Xinjiang, serta minoritas muslim lainnya.

Berdasarkan dugaan itu, otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) menahan banyak produk impor asal Cina, serta memeriksa lebih jauh barang kebutuhan industri tersebut hingga dinyatakan bebas dari rantai pasok bermasalah.

Alhasil, selama setahun berbagai proyek energi surya terhambat akibat kekurangan pasokan panel surya. Bahkan, fasilitas energi surya besar untuk utilitas turun 31% tahun lalu karena pasokan panel yang terbatas.

Sebaliknya, energi surya maupun kendaraan listrik bertenaga baterai merupakan industri penting dalam upaya pemerintahan Joe Biden untuk mengurangi ketergantungan AS terhadap bahan bakar fosil dan memerangi perubahan iklim.

“CBP memberikan daftar contoh produk dari tinjauan sebelumnya kepada importir dan jenis dokumentasi yang diperlukan untuk membuktikan bahwa produk tersebut tidak dibuat dengan tenaga kerja paksa,” demikian ungkap CBP kepada Reuters.

Dalam laporan kepada Kongres bulan lalu tentang penegakan UFLPA, CBP mencantumkan baterai lithium-ion, ban, dan komponen mobil lainnya sebagai produk yang berisiko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here