
JAKARTA, AVOLTA – Subsidi motor listrik yang telah digelontorkan oleh pemerintah dinilai tidak cukup berhasil. Bahkan, sejak diberlakukan pada April 2023, hingga sekarang diklaim baru 108 orang yang mendaftar untuk mendapatkan bantuan Rp 7 juta per unit ini.
Dijelaskan Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, insentif kendaraan listrik memang tidak tepat sasaran. Pasalnya, sasaran dari kebijakan ini adalah untuk pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM).
“Sejatinya, pelaku UMKM tidak butuh motor lisrik, tapi butuh tambahan modal untuk mengembangkan usahanya, akses pasar, pelatihan SDM,” ujar Djoko, disitat dari Liputan6.com, Senin (30/5/2023).
Lanjut Djoko, saat ini, para pelaku UMKM bahkan sudah memiliki sepeda motor, dan bahkan lebih dari satu unit dalam rumah tangga.
“Bahkan, orang yang hidup di kolong jembatan pun sudah memiliki sepeda motor. Jelas tidak tepat sasaran,” tambahnya.
Padahal menurutnya, Indonesia sedang alami krisis transportasi umum dan krisis keselamatan lalu lintas. Saat ini, transportasi umum di perkotaan dan di pedesaan tidak lebih dari 1 persen yang beroperasi.
Pesatnya perkembangan industri sepeda motor telah mengalihkan pengguna dari angkutan umum ke sepeda motor.






