JAKARTA, AVOLTA – Geely Holding Group dan NIO memperluas kerja sama strategis di sektor kendaraan listrik, khususnya di teknologi battery swapping dan pengisian daya.
Kesepakatan yang diumumkan pada 28 September 2026 ini, mencakup kolaborasi di bidang teknologi, operasional, hingga investasi untuk membangun jaringan layanan yang dapat digunakan bersama.
Kerja sama tersebut merupakan pengembangan dari kolaborasi Geely dan NIO, yang telah dimulai sejak 2023. Kini, cakupannya diperluas hingga integrasi jaringan, aset, dan operasional bisnis battery swapping serta charging.
Dalam kesepakatan ini, Geely Holding akan berinvestasi di NIO Power melalui kepemilikan 100 persen saham Yiyi Internet Technology Co., Ltd. (Yiyi Power) sekaligus tambahan dana tunai sebesar 640 juta yuan atau sekitar Rp 1,6 triliun. Setelah transaksi rampung, Geely Holding akan memiliki 30 persen saham NIO Power.
CEO Zhejiang Geely Holding Group, Andy An Conghui mengatakan bahwa industri membutuhkan rantai pasok yang lebih andal, kualitas dan efisiensi yang lebih tinggi, serta pengembangan yang lebih aman, ramah lingkungan, dan kolaboratif.
“Jaringan pengisian daya adalah infrastruktur publik yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, jaringan ini perlu dibangun bersama, digunakan secara terbuka, dan terhubung antarsistem agar dapat memberikan nilai lebih besar bagi pengguna,” kata Andy An Conghui dalam keterangan resminya
NIO Power sendiri akan terus mengoptimalkan jaringan penukaran baterai untuk kendaraan komersial. Langkah ini ditujukan untuk mendukung perkembangan bisnis mobilitas komersial Yiyi Power. Di sisi lain, kedua perusahaan akan mengembangkan teknologi dan standar battery swapping yang seragam untuk kendaraan yang ditujukan bagi konsumen.
Geely Holding juga akan mengembangkan sejumlah model kendaraan yang mendukung sistem pertukaran baterai, sedangkan NIO Power akan menyediakan layanan battery swapping untuk kendaraan tersebut. Kolaborasi ini diharapkan membuat ekosistem penukaran baterai kedua perusahaan semakin terintegrasi.







