
JAKARTA, AVOLTA – Fasilitas pengisian baterai ataupun sistem pertukaran baterai (swap baterai) masih menjadi salah satu tantangan bagi keberlangsungan industri kendaraan listrik di Indonesia. Pasalnya, setiap pabrikan mobil ataupun motor listrik yang berbisnis di Tanah Air, masih memiliki standar masing-masing terkait hal tersebut.
Guna mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, pemerintah dalam hal ini Kementerian perindustrian (Kemenperin) tengah mempersiapkan satu standar baterai yang sama.
“Terkait hal ini, Kemenperin sedang melakukan pembicaraan dengan produsen sepeda motor dan produsen dari baterai supaya ada keseragaman dari baterai, sehingga baterai yang digunakan dari Aceh sampai Papua semuanya sama. Proses ini sedang berlangsung,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat acara Focus Group Discussion (FGD) B20 Side Event – Ready to eMove di Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Selain itu, terkait dengan target dua juta kendaraan listrik yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, Agus mengatakan jika pihaknya terus mendorong peningkatan nilai tambah produk di dalam negeri.
Di antaranya melalui Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk sepeda motor listrik berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 tahun 2022 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan, dan Ketentuan Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle).
“Dengan demikian, kendaraan listrik yang telah memenuhi batasan minimal TKDN sesuai Perpres 55 Tahun 2019 dapat mengisi permintaan kendaraan dinas dan operasional pemerintah sesuai Inpres Nomor 7 Tahun 2022,” tegasnya.
Dalam upaya percepatan penggunaan kendaraan listrik di tanah air, Menperin memberikan contoh kebijakan potongan pajak bagi kendaraan listrik di Thailand.
“Kalau kita lihat, Thailand telah lebih maju dalam pengembangan otomotif berbasis listrik karena tidak memberlakukan komponen pajak di pemerintah daerah. Hal ini perlu menjadi perhatian di Indonesia agar pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia bisa lebih cepat,” pungkasnya.

