Cuma Gertak Sambal, Elon Musk Batal PHK Karyawan Tesla

JAKARTA, AVOLTA – Chief Executive Officer Tesla Inc Elon Musk pernah menggertak bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10% karyawannya, karena dia memprediksi ada firasat buruk terhadap prospek ekonomi di masa depan.

Setelah beberapa hari pengumuman itu muncul, Musk pun merevisi dan memastikan tidak ada PHK bagi karyawan di pabriknya. Demikian dilansir laman Bloomberg, Selasa (7/6/2022).

Jenama asal Amerika Serikat (AS) itu justru akan menambah jumlah karyawan, namun dengan syarat kenaikan gaji karyawan dipangkas.

“Jumlah karyawan akan meningkat, tetapi gaji harus cukup datar,” tulisnya dalam memo internal tersebut.

Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, terdapat sekitar 39% dari 100.000 karyawan Tesla merupakan staf bagian produksi. Tesla, yang memiliki pabrik mobil listrik di Amerika Serikat, Cina, dan Jerman, mempekerjakan sekitar 99.290 staf. Pengurangan 10% karyawan berarti mendekati 10.000 orang.

Pabrikan mobil listrik yang bermarkas di Austin, Texas itu pun pernah memangkas 7% tenaga kerjanya, atau lebih dari 3.000 orang pada awal 2019.

Bahkan Musk juga pernah memperingatkan bahwa terdapat tantangan besar dalam membuat mobil listrik yang lebih terjangkau, sehingga terjadi pengurangan karyawan.

Setelah itu, Tesla menambah jumlah karyawannya di seluruh dunia hingga 40% pada 2021. Hal tersebut merupakan ekspansi terbesar Tesla sejak 2014, ketika pabrikan mobil itu memiliki lebih dari 10.000 karyawan.

Sementara itu, mengenai isu PHK karyawan, Musk juga tengah disorot karena menerapkan kebijakan untuk kembali bekerja di kantor atau work from office (WFO). Keputusan ini menjadi kontroversial karena orang terkaya di dunia ini meminta karyawan untuk mengundurkan diri bila tidak mau kembali WFO.

CATEGORIES
TAGS