BYD Mau Beli 6 Tambang Lithium di Afrika demi Baterai

BEIJING, AVOLTA – Baterai menjadi salah satu komponen mobil listrik yang sangat penting. Begitu juga dengan komponen bahan bakunya, seperti lithium.

Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam jangka waktu panjang, salah satu merek kendaraan listrik asal Cina, BYD dilaporkan akan membeli enam tambang lithium di Afrika.

Disitat Carnewschina, material lithium digunakan menjadi bahan baku baterai BYD berjenis blade. Produksi baterai ini sendiri, akan dimulai pada kuartal ketiga 2022.

Baterai jenis blade diklaim sebagai solusi yang paling aman untuk mobil listrik saat ini. Keunggulannya, tidak dapat terbakar, bahkan ketika penyimpan tenaga ini rusak.

Berdasarkan perhitungan internal BYD, di antara enam tambang Lithium di Afrika yang hendak dibeli memiliki lithium oksida dengan kadar 2,5 persen lebih dari 25 juta ton. Dengan jumlah tersebut, dapat diubah menjadi 1 juta ton lithium karbonat.

Jika pembelian tambang lithium di Afrika ini terlaksana, maka BYD telah merencanakan untuk meningkatkan kapasitas produksinya pada 2022. Pabrikan asal Tiongkok ini, menargetkan untuk menjual 1,5 juta mobil listrik.

Selain itu, pasokan bahan baku baterai tersebut juga dikabarkan bisa mengamankan kebutuhan selama lebih dari 10 tahun. Terlebih, BYD tidak hanya memproduksi baterai untuk digunakan sendiri, tapi juga disuplai untuk dua pembuat mobil lainnya, yaitu NIO dan Xiaomi.

CATEGORIES
TAGS