Mimpi Buruk Cip Semikonduktor Bisa Sampai 2024

Ilustrasi cip semikonduktor pada produksi otomotif. (Techfor.id)

JAKARTA, AVOLTA – Industri, termasuk otomotif sejak pandemi dimulai sampai sekarang masih mengalami krisis cip semikonduktor. Kendaraan yang memiliki fitur modern dan canggih terpaksa tersendat proses produksinya, bahkan kondisi ini diprediksi akan terjadi sampai beberapa tahun ke depan.

Mengutip laman Hindustan Times, Selasa (12/4/2022) CFO Volkswagen (VW) Arno Antlitz bahkan memprediksi pasokan cip semikonduktor tidak mungkin cukup untuk memenuhi permintaan di sektor otomotif sampai 2024 mendatang.

Antlitz menilai hambatan pasokan cip semikonduktor ini mungkin akan mereda di akhir tahun ini dengan produksi kembali ke level 2019 pada tahun depan. Tapi ini tidak akan cukup untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk cip tersebut.

“Kekurangan pasokan struktural kemungkinan baru akan teratasi pada tahun 2024,” ungkap Antlitz.

Ilustrasi penggunaan cip semikonduktor pada Honda Brio. (HPM)

Menurut dia, para produsen otomotif sangat bergantung pada cip semikonduktor tersebut untuk berbagai fungsi di kendaraannya, mulai keamanan hingga kinerja kendaraan.

Kekurangan pasokan komponen ini membuat gangguan dalam industri otomotif. Dalam satu tahun terakhir, industri otomotif memang dihadapkan dengan kekurangan pasokan chip sangat parah yang menghambat produksi.

Selama gelombang pertama pandemi, banyak pabrik-pabrik otomotif tutup dan sektor mobilitas terkena dampak lockdown, ditambah permintaan barang elektronik yang melonjak dengan cepat.

Industri semikonduktor banyak yang mengalihkan suplainya untuk memasok cip ke industri elektronik. Saat industi otomotif kembali beroperasi, sektor cip tidak mampu mengatasi permintaan yang melonjak secara besar-besaran.

CATEGORIES
TAGS