Hyundai Mengaku Tak Ada Komplain Soal Baterai Mobil Listrik

Hyundai Kona listrik di India – dok.mdstuc.info

JAKARTA, AVOLTA – Direktur Sarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan, Mohammad Risal Wasal, memiliki pengalaman yang kurang baik pada mobil listrik. Dia mengungkap pengalamannya mengisi baterai mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Dia bilang sudah menggunakan mobil listrik selama satu tahun terakhir, daya jelajahnya turun dari 361 km menjadi 270 km.

“Nah loh kok hampir 100 kilometer. Tapi saya tidak mau menyebut merek mobilnya apa,” ungkap Rizal saat menjadi pembicara di seminar Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021, dikutip dari video BRIN di Youtube, Rabu (6/4/2022).

Meski tidak mau menyebut mereknya, tapi Kemenhub diketahui telah membeli salah satu model mobil listrik Hyundai, Ioniq EV, untuk digunakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai mobil dinas dengan pelat RI 35 pada Desember 2020.

Ilustrasi mobil listrik Hyundai Kona, lagi cas baterai. (Hyundai)

Sebelumnya, pada awal 2020, Budi juga sempat mengungkap Kemenhub bakal membeli 100 unit mobil listrik murni yang sebagian akan digunakan pejabat Kemenhub Eselon I dan Eselon II. Namun saat itu tidak dijelaskan model yang hendak dibeli.

Menanggapi ungkapan itu, Makmur, Chief Operating Officer Hyundai Mobil Indonesia (HMID) mengatakan sejauh ini Hyundai tidak pernah mendapatkan komplain dari konsumen terkait mobil listrik.

“Kami itu memberikan warranty, kami juga tidak tau itu mobil merek siapa,” ungkap Makmur yang ditemui di sela perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) hybrid 2022.

Menurut Makmur, selama ada garansi penurunan kualitas baterai pada mobil listrik bisa diselesaikan, karena Hyundai memberikan garansi kepada setiap konsumen mobil listriknya.

“Sejauh ini kami kasih warranty 8 tahun atau 160 ribu km. Jadi menurut saya tidak ada yang perlu diperhatikan,” kata Makmur.

CATEGORIES
TAGS