Gaikindo: Alasan Mobil Listrik Tidak Laku di Indonesia

Lexus UX300e, salah satu mobil listrik yang sudah semi otonom. (TAM)

JAKARTA, AVOLTA – Indonesia mengikuti tren dunia dalam era elektrifikasi kendaraan bermotor. Mobil listrik merupakan keniscayaan bagi masa depan industri otomotif, tapi untuk sekarang di pasar nasional hasil penjualannya kurang gemilang.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan mobil listrik di Indonesia pada 2021 hanya 685 unit atau hanya 0,07 % dari total penjualan mobil baru yang mencapai 863.348 unit.

Menurut Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo mengatakan, volume penjualan mobil listrik masih relatif kecil, hasilnya 1.000 unit per tahun. Faktor lainnya juga karena harganya masih mahal sehingga belum diminati oleh konsumen.

“Mobil listrik saat ini harganya masih relative mahal. Ini yang menjadi kendala karena masyarakat Indonesia itu konsumennya rata-rata hamper 70%, itu membeli mobil yang harganya di bawah Rp 300 juta,” ungkap Kukuh di Jakarta.

Mobil listrik murah VW e-UP mulai dijual lagi. (gettotext.com)

Kukuh menjelaskan, faktor lain lagi karena mobil listrik di Indonesia tak sesuai dengan karakter di Indonesia yang didominasi oleh MPV atau memiliki kapasitas penumpang yang lebih banyak atau tujuh orang.

“Jenis-jenis kendaraan yang dibeli masyarakat itu MPV karena kegunaannya macam-macam, antar sekolah, belanja. Itu juga salah satu kendara yang harus diatasi oleh mobil listrik terutama pada rekreasi dan keluar kota,” jelas Kukuh.

Menurut dia, masyarakat Indonesia masih butuh waktu yang cukup lama untuk bisa menerima transisi dari mobil berbahan bakar konvesional menjadi listrik. Belum lagi secara infrastruktur belum memadai seperti di negara lainnya.

CATEGORIES
TAGS