Bangun Pabrik Baru, VinFast Cari Modal ke AS

Manufaktur VinGroup (Asia Nikkei)

CALIFORNIA, AVOLTA – Ketua Vingroup Vietnam, Pham Nhat Vuong mengatakan, pada Sabtu (9/4/2022) bahwa unit perusahaan mobilnya, VinFast akan mencari pembiayaan dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Hal ini, untuk mendukung ekspnasi dengan pembangunan pabrik yang direncanakan berada di North Carolina.

“Ini juga merupakan salah satu opsi pembiayaan kami, tetapi kami perlu membuktikan kepada mereka bahwa kami memenuhi syarat,” ujar Pham Nhat Vuong, seperti disitat Reuters, Selasa (12/4/2022).

VinFast mengatakan, bahwa perusahaan induk yang berbasis di Singapura, telah mengajukan penawaran umum perdana (IPO) dengan regulator sekuritas AS, karena telah menyiapkan investasi sebesar US$ 4 miliar untuk membangun pabrik di Negeri Paman Sam.

Sementara itu, VinFast sendiri memang berencana untuk membangun fasilitas perakitan sel dan paket baterai yang digunakan oleh kendaraan listrik.

Pembangunan pabrik baru Vinfast ini, rencananya akan dimulai pada 2024, sekaligus sebagai langkah produsen untuk melebarkan ekspansinya di pasar mobil listrik AS.

“Kami akan membangun gigafactory di Amerika Serikat,” ujar Le Thi Thu Thuy, Wakil Ketua Vingroup dan CEO Vinfast Global.

Logo VinFast (Reuters)

Sebagai langkah awal ketika produksi sel dan paket baterai dimulai, masih akan menerima pasokan dari luar negeri atau Vietnam. Pasalnya, pada Desember 2021, telah memulai pembangunan pabrik sel baterai di Vietnam sehingga untuk keperluan rantai pasok akan sudah tidak menjadi masalah.

Tapi, ke depannya, seiring berjalannya waktu, pabrik sel dan paket baterai VinFast di Amerika Serikat akan memulai memproduksi segala sesuatunya sendiri.

Sebagai informasi, untuk target pabrik baru nanti ini, VinFast ingin memproduksi sebanyak 100 ribu paket baterai setahun dengan nilai investasi sebesar USD$ 174 juta setara Rp 2,5 triliun.

CATEGORIES
TAGS