Geng Jepang Masih Menguasai Pasar Mobil Indonesia

Toyota Fortuner jadi salah satu model andalan ekspor buatan Indonesia ke mancanegara. (TMMIN)

JAKARTA, AVOLTA – Penjualan mobil di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan pada 2021. Didukung dengan kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP), industri roda empat di Tanah Air berhasil menembus angka lebih dari 850 ribu unit.

Total penjualan nasional pada tahun lalu ini, bahkan melebihi target yang dicanankan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebesar 750 ribu unit.

Dari data Gaikindo, di sisi wholesales (pabrik ke diler), penjualan mobil nasional mencapai 887.202 unit atau naik signifikan dibanding periode yang sama pada 2020 sebesar 66,8 persen. Sedangkan dari sisi retail (diler ke pabrik), penjualan mobil mencapai 863.348 unit atau meningkat 49,3 persen dibanding 2020.

Mitsubishi Xpander bisa masuk dalam kategori Mobil Rakyat, asal harga di bawah Rp 240 juta. (MMKSI)

Dari total penjualan tersebut, lima merek asal Jepang masih mendominasi, yaitu Toyota, Daihatsu, Mitsubishi Motors, Honda dan Suzuki.

Secara retail, Toyota menempati posisi pertama dengan penjualan sebesar 290.499 unit, lalu Daihatsu di peringkat kedua dengan penjualan sebanyak 151.107 unit, Mitsubishi Motors 104.407 unit.

Peringkat keempat, ada Honda dengan mampu mengirimkan mobil sebanyak 91.393 unit dan Suzuki sebanyak 89.596 unit.

Sementara wholesales, Toyota tetap menjadi raja dengan pengiriman sebanyak 295.768 unit, lalu ada Daihatsu sebesar 164.908 unit, Mitsubishi Motors sebanyak 107.605 unit, Suzuki sebesar 91.793 unit, serta Honda sebanyak 91.122 unit.

CATEGORIES
TAGS