Minta Diskon PPnBM Mobil Permanen, Kemenperin Ungkap Manfaatnya

Ilustrasi, pajak mobil – dok.Parkers

Jakarta, Avolta – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dikabarkan mengaku akan memperjuangkan insentif perpajakan berupa diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang dinikmati mobil-mobil yang memenuhi syarat sejak Maret – Desember tahun ini agar tetap diberlakukan. Bahkan, diupayakan agar kebijakan itu diberlakukan secara tetap alias permanen.

Pernyataan itu diungkapkan Menteri Agus di sela kunjungannya ke hajatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 Surabaya, pada Kamis (9/12/2021). Menurut mantan Menyteri Sosial itu fasilitas itu memang sepatutnya diberikan ke industri otomotif mengingat peran dan kontribusi industri itu ke perekonomian nasional.

“Tidak hanya investasi yang ditanam saja, tetapi juga penyerapan tenaga kerja. Sekarang ini ada 21 industri kendaraan bermotor roda empat dan lebih berkapasitas produksi 3,5 juta unit per tahun. Sektor ini menyerap investasi Rp 150 triliun,” papar dia.

Sementara di keterangan resmi yang dirilis Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jumat (10/12/2021) Agus menyebut fasilitas itu terbukti mampu memberikan dampak signifikan pada pemulihan sektor industri otomotif. Bahkan meningkatkan kepercayaan pelaku industri.

Toyota Rush GR salah satu mobil yang berhak atas fasilitas diskon PPnBM saat ini – dok.Istimewa

“Saya memberikan penghargaan kepada pabrik otomotif dan para dealer yang turut membantu, mendorong, memfasilitasi para pembeli untuk mendapatkan dan memanfaatkan stimulus ini dengan tambahan promosi dan potongan harga lainnya,” ujar dia.

Sebagai bukti, menteri dari Partai Golkar itu menyodorkan data yang menyatakan selama periode Maret-November 2021, penjualan mobil mampu mencapai 487.000-an unit. Jumlah itu naik 71,02% dibanding periode sama tahun lalu.

Bahkan,lanjut Agus, insentif itu membantu memulihkan industri pendukung. Peserta program PPnBM DTP telah memberdayak an 319 perusahaan industri komponen tier 1 dan mendorong peningkatan kinerja industri komponen tier 2 dan 3 yang sebagian besar industri kecil dan menengah.

“Tentu agar berhasil, kita memberikan insentif pada produsen untuk berlomba melakukan pendalaman struktur di tanah air,” tandas Agus.

Ilustrasi, produksi mobil – dok.Shutterstock

Namun untuk mendapatkan fasilitas yang diusulkan bisa berlaku permanen itu, produk otomotif harus memenuhi syarat minimun. Syarat itu adalah local purchase atau komponen lokal minimal 80%.

Potensi pendapatan
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, Taufiek Bawazier, yang dihubungi Avolta, Jumat (10/12/2021) menegaskan apa yang disampaikan Menteri Agus telah jelas bahwa fasilitas itu masih diperjuangakan. Pasalnya, soal perpajakan merupakan wilayah atau bidang di bawah otoritas kementerian lain yakni Kementerian Keuangan.

“Oleh karena itu kita ajukan dengan dasar-dasar yang sangat kuat yakni manfaat yang akan jauh lebih besar bagi perekonomian nasional. Memang, kalau insentif pajak diberikan terlihat ada cost (biayanya) yaitu potensi pendapatan yang hilang atau berkurang. Tetapi jika dihitung secara cermat pendapatan bagi negara yang akan diperoleh lebih besar,” jelas dia.

Ilustrasi, pameran mobil – dok.Motoris.id

Pasalnya, dengan insentif maka penyerapan produk yang dihasilkan industri oleh masyarakat juga meningkat. Dengan peningkatan tersebut maka volume dan kapasitas industri yang terpakai juga meningkat, walhasil Pajak Pertambahan Nilai juga akan meningkat.

“Ini memberikan multiplier effect yang besar juga di industri pendukung seperti komponen dan lain-lain, apalagi ada syaratnya local purchase minimal 80% kan. Penyerapan tenaga kerja di sektor industri terkait sampai dengan pajak kendaraan di daerah dan lain-lain, sehingga ekonomi semakin tumbuh,” imbuh Taufiek. (Sut/Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS