Populasi Mobil Listrik Dunia Bakal Meledak di 2030

 

Lexus UX300e, mobil listrik perdana Toyota di Indonesia. Populasi mobil listrik dunia diprediksi meledak di 2030. Dok TAM

JAKARTA, KOMPAS.com – Populasi mobil listrik bakal meledak di dunia dalam satu dekade ke depan. Badan Energi Internasional (IEA), menyatakan jumlah kendaraan listrik bakal melesat dari 11 juta unit menjadi 145 juta unit pada 2030.

Dilansir dari The Guardian, IEA juga menyatakan total populasi kendaraan listrik pada tahun itu bisa menembus 230 juta unit di seluruh dunia.

Sepanjang kuartal I 2021, penjualan mobil listrik baik itu teknologi hybrid, PHEV, atau listrik murni (battery electric vehicle) naik 2,5 kali lipat  dibandingkan periode yang sama 2020.

Baca juga: Harga Toyota Raize Mulai Rp 219 Juta, Tenggak Bensin 18 Kpl

 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (dua dari kiri) bersama BOD PT Toyota Astra Motor. dok TAM

“Tren penjualan saat ini sangat menggembirakan tetapi tujuan iklim dan energi kita bersama membutuhkan penyerapan pasar yang lebih cepat,” ujar Fatih Birol, Direktur Eksekutif IEA, dikutip dari The Guardian, Minggu (2/5/2021).

 

Birol mengatakan, pekerjaan rumah setiap pemerintahan negara di dunia, adalah ikut mempercepat diterimanya teknologi listrik supaya lebih efektif.

Saat ini, salah satu kebijakan pemerintahan suatu negara dalam mendorong terjual lebih banyak mobil listrik adalah lewat insentif. Insentif diberikan mulai dari level investasi baterai, stasiun cas, sampai pembelian mobil listrik oleh konsumen.

Hyundai IONIQ 5, mobil listrik masa depan. Dok Hyundai Indonesia

IEA juga memprediksi ledakan kendaraan listrik memiliki implikasi bernilai miliaran dolar bagi industri otomotif global.

Kemajuan teknologi baterai dan produksi massal mobil listrik diharapkan bisa membuat mobil ini jauh dari kata mahal lagi. (EDT)

CATEGORIES
TAGS