Home Cerita Banyak Merek Cina Bakal Bangkrut

Banyak Merek Cina Bakal Bangkrut

JAKARTA, AVOLTA – Seorang eksekutif senior Leapmotor, Danilo Annese mengatakan, tidak banyak merek mobil Cina yang melakukan ekspansi ke luar negeri akan bertahan dalam jangka panjang. Pernyataan tersebut, disampaikan saat peluncuran global Leapmotor B03X di spanyol.

“Saya rasa jumlahnya tidak akan banyak. Tapi saya tidak mau menyebutkan angka (merek Cina yang bangkrut di pasar global),” ujar Danilo, yang merupakan Commercial Head for Enlarged Europe Leapmotor International, disitat dari Carexpert.

Namun, Danilo memang tidak menyebutkan merek yang diprediksi bakal meninggalkan Australia atau Selandia Baru, dan pasar lainnya. Selain itu, ia juga mengatakan, keberhasilan sebuah merek baru tidak hanya ditentukan oleh harga yang kompetitif.

Saat ini, merek-merek seperti BYD, GWM, MG, Geely, Xpeng, Deepal, Zeekr, Denza, hingga GAC sama-sama berlomba membangun jaringan dealer, menarik perhatian konsumen, dan memperkuat operasional di berbagai negara.

Menurut Danilo, kepercayaan konsumen bisa dibangun dengan tiga fondasi utama. Pertama adalah dukungan jaringan dealer yang sudah memiliki reputasi kuat. Faktor kedua adalah ketersediaan suku cadang.

Bahkan, Danilo menyebut aspek ini sebagai hal yang sangat penting dalam menjaga kepuasan pelanggan setelah pembelian. Leapmotor International mengklaim sekitar 90 persen suku cadang yang dibutuhkan di wilayah operasionalnya tersedia dalam waktu 24 jam, sementara tingkat ketersediaan di Eropa disebut mencapai 98 hingga 99 %.

Selain itu, stabilitas lini produk juga menjadi penentu keberlangsungan sebuah merek. Danilo menilai terlalu sering menghadirkan pembaruan besar dalam hitungan bulan, berpotensi akan membuat bingung konsumen, sekaligus menekan nilai jual kembali kendaraan.

Dengan begitu, Leapmotor memilih tidak membawa pembaruan terbaru B10 berarsitektur 800V ke pasar ekspor, meski versi tersebut sudah hadir di Cina, demi menjaga konsistensi produk yang baru dipasarkan di luar negeri.