Home Cerita Daihatsu Mau Rebadge Mobil Listrik Perodua

Daihatsu Mau Rebadge Mobil Listrik Perodua

KUALA LUMPUR, AVOLTA – Daihatsu berpeluang menjalin kerjasama dengan Perodua dalam pengembangan kendaraan listrik (EV) di Malaysia. Salah satu kemungkinan yang mencuat,yaitu Daihatsu menggunakan basis Perodua QV-E untuk dipasarkan dengan merek sendiri.

Wacana tersebut muncul setelah Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Johari Abdul Ghani, bertemu dengan Wakil Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Takuo Komori.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas kemungkinan kolaborasi Daihatsu dan Perodua dalam pengembangan kendaraan listrik di Malaysia. Demikian melansir Paultan, Senin (31/8/2026).

Jika terealisasi, kerjasama tersebut akan menjadi perkembangan menarik mengingat hubungan Daihatsu dan Perodua sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Daihatsu merupakan salah satu pemegang saham utama Perodua dan selama ini memasok berbagai komponen, platform, mesin, transmisi, hingga kendaraan untuk perusahaan asal Malaysia tersebut.

Namun, Perodua QV-E memiliki cerita berbeda. Mobil listrik tersebut dikembangkan sepenuhnya oleh Perodua dan tidak menggunakan komponen Daihatsu. Pengembangan secara mandiri dilakukan karena Daihatsu saat ini belum memiliki kendaraan listrik yang bisa dijadikan basis untuk Perodua.

Salah satu skenario yang mungkin terjadi, Daihatsu melakukan rebadge terhadap QV-E untuk dipasarkan sebagai produk Daihatsu. Pola seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi kedua perusahaan.

Di Indonesia, misalnya, Sirion memiliki hubungan erat dengan Perodua Myvi sebagai model yang dikembangkan untuk pasar regional.

Jika Daihatsu benar-benar menggunakan QV-E sebagai basis kendaraan listriknya, langkah tersebut bisa membantu mempercepat elektrifikasi merek Jepang tersebut. Daihatsu sendiri dikenal sebagai produsen mobil berukuran kecil, tetapi hingga kini pilihan kendaraan elektrifikasinya masih sangat terbatas.

Di Jepang, kondisi tersebut belum menjadi persoalan besar karena produk Daihatsu memang banyak bermain di segmen mobil kecil. Namun, tantangannya berbeda di pasar ekspor, termasuk Indonesia, yang mulai dibanjiri kendaraan listrik dari berbagai merek Cina.

Dengan memanfaatkan QV-E, Daihatsu juga berpotensi mendapatkan keuntungan dari tingkat kandungan lokal kendaraan tersebut. Produksi di kawasan ASEAN dapat memberikan keuntungan dari sisi perdagangan regional melalui skema ASEAN Free Trade Area atau AFTA.

Selain sekadar melakukan rebadge, ada kemungkinan Daihatsu terlibat langsung dalam pengembangan kendaraan listrik Perodua berikutnya. Presiden dan CEO Perodua, Zainal Abidin Ahmad, sebelumnya mengungkapkan bahwa pihak Daihatsu telah menyatakan ketertarikannya untuk ikut dalam pengembangan EV Perodua.

“Kami sudah mengembangkan EV sendiri. Namun, mereka telah menghubungi kami untuk ikut dalam pengembangan EV,” kata Zainal.

Menurut Zainal, Toyota juga telah menawarkan peluang kepada Perodua untuk memproduksi kendaraan listrik. Jika kerjasama tersebut berkembang, Perodua berpotensi menjadi pemasok teknologi atau basis kendaraan listrik bagi perusahaan yang selama ini justru menjadi mitra teknologinya.