Home Cerita Xiaomi Buka Lowongan Khusus Otomotif di Malaysia

Xiaomi Buka Lowongan Khusus Otomotif di Malaysia

Xiaomi SU7 di Cina. (Xiaomi)

KUALA LUMPUR, AVOLTA – Xiaomi semakin serius menyiapkan ekspansi bisnis kendaraan listriknya ke Malaysia. Indikasi tersebut muncul setelah perusahaan membuka lowongan kerja untuk posisi Government Relations Manager (Automotive) yang secara khusus menangani urusan regulasi dan operasional bisnis otomotif Xiaomi di negara tersebut.

Langkah ini memunculkan spekulasi bahwa mobil listrik Xiaomi segera dipasarkan di Malaysia, bahkan tidak menutup kemungkinan dirakit secara lokal (CKD). Demikian mengutip Paultan, Jumat (17/7/2026).

Lowongan yang diunggah melalui LinkedIn pada 14 Juli 2026 itu menyebutkan bahwa kandidat terpilih akan bertanggung jawab menjalin hubungan dengan berbagai lembaga pemerintah Malaysia, seperti Malaysian Investment Development Authority (MIDA), Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI), Malaysia Automotive, Robotics and IoT Institute (MARii), Departemen Bea Cukai, hingga Road Transport Department (JPJ).

Tugas lainnya mencakup pengurusan insentif pajak, pembebasan bea masuk, serta kepatuhan regulasi yang berkaitan dengan bisnis otomotif Xiaomi di Malaysia.

Hal yang paling menarik perhatian, yaitu adanya penyebutan operasi CKD dan CBU dalam deskripsi pekerjaan tersebut. Xiaomi mencari kandidat yang memahami proses perakitan lokal (Completely Knocked Down/CKD), impor kendaraan utuh (Completely Built Up/CBU), hingga regulasi kepabeanan dan perdagangan otomotif Malaysia.

Hal ini mengindikasikan bahwa Xiaomi tidak hanya mempertimbangkan impor kendaraan, tetapi juga membuka peluang untuk merakit mobilnya di Malaysia pada masa mendatang.

Strategi tersebut dinilai masuk akal mengingat pemerintah Malaysia telah mengakhiri insentif bea masuk untuk mobil listrik CBU. Sejak 1 Juli 2026, mobil listrik impor harus memenuhi sejumlah persyaratan baru, termasuk nilai minimum dan dikenai berbagai pungutan. Kondisi ini membuat perakitan lokal menjadi opsi yang lebih kompetitif dari sisi harga.

Jika benar masuk ke Malaysia, Xiaomi diperkirakan akan membawa model-model andalannya seperti sedan listrik SU7 dan SUV listrik YU7. Selain itu, lini terbaru SkyNomad, yang terdiri dari SUV EREV N90 dan N70, juga berpotensi dipasarkan.

Namun, karena SkyNomad menggunakan teknologi extended-range electric vehicle (EREV), model tersebut tidak dapat memanfaatkan skema yang sebelumnya hanya berlaku untuk battery electric vehicle (BEV).

Sebelumnya, Xiaomi telah menyatakan bahwa ekspansi global bisnis otomotifnya baru akan dimulai pada 2027 setelah fokus memenuhi tingginya permintaan di pasar domestik Cina. Pernyataan tersebut kini tampaknya mulai diwujudkan dengan berbagai persiapan di luar negeri, termasuk pembentukan tim khusus untuk urusan regulasi di Malaysia.