Home Cerita Jaguar Land Rover Stop Produksi di Cina Setelah 14 Tahun

Jaguar Land Rover Stop Produksi di Cina Setelah 14 Tahun

WUHU, AVOLTA – Jaguar Land Rover (JLR) resmi mengakhiri produksi seluruh model rakitan lokal di Cina. Keputusan tersebut sekaligus menandai berakhirnya perjalanan 14 tahun manufaktur JLR melalui perusahaan patungan Chery Jaguar Land Rover (CJLR), menjelang peluncuran merek baru Freelander yang akan diawali oleh SUV elektrifikasi Freelander 8.

Seluruh stok model rakitan lokal seperti Range Rover Evoque L dan Discovery Sport telah dihentikan produksinya dan kini hanya menyisakan unit yang masih tersedia di jaringan diler. Demikian melansir CarnewsChina, Kamis (16/7/2026).

Bahkan, untuk menghabiskan stok, JLR memberikan potongan harga besar. Di Beijing, misalnya, Range Rover Evoque L yang sebelumnya dijual dengan harga premium kini dilepas dengan harga di bawah 180.000 yuan atau sekitar Rp405 juta.

Langkah tersebut diambil setelah penjualan Jaguar Land Rover di Tiongkok terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2017, JLR masih mampu membukukan penjualan sekitar 146.400 unit, namun angka tersebut merosot menjadi sekitar 26.000 unit pada 2025.

Menurunnya daya saing produk, lambatnya pembaruan model, serta keterlambatan memasuki era elektrifikasi disebut menjadi faktor utama di balik penurunan tersebut.

Meski menghentikan produksi model Jaguar dan Land Rover rakitan lokal, JLR tidak meninggalkan pasar Cina. Perusahaan justru mengubah strateginya melalui merek baru Freelander, yang dikembangkan bersama Chery.

Berbeda dengan model-model JLR sebelumnya, lini Freelander akan dibangun menggunakan platform elektrifikasi milik Chery, sementara JLR bertanggung jawab pada desain, identitas merek, dan penyempurnaan karakter berkendara.