
JAKARTA, AVOLTA – Kehadiran BYD di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 tak hanya menarik perhatian lewat jajaran mobil listrik yang dipajang di booth. Pabrikan asal Tiongkok itu juga menghadirkan area test drive eksklusif yang terpisah namun tetap terintegrasi dengan area pameran utama.
Respons publik terbilang tinggi, karena hingga pertengahan pameran, lebih dari 1.300 sesi test drive telah tercatat. Angka tersebut menunjukkan ketertarikan masyarakat terhadap kendaraan listrik BYD sudah melampaui tahap penasaran.
Banyak pengunjung datang dengan tujuan lebih serius, yakni merasakan langsung performa sebelum mempertimbangkan pembelian.
Dari seluruh lini yang tersedia, BYD Atto 1 menjadi model dengan jumlah uji coba terbanyak, menembus lebih dari 700 sesi. Sealion 7 menyusul dengan lebih dari 250 sesi, kemudian M6 dengan lebih dari 150 sesi, Atto 3 lebih dari 140, serta Seal dengan lebih dari 80 sesi.
Sebaran ini menggambarkan minat konsumen yang merata, mulai dari segmen compact city car hingga model dengan karakter performa lebih tinggi.
Capaian tersebut semakin diperkuat dengan penghargaan Best EV City Car yang diraih BYD Atto 1 di IIMS 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas daya saing produk sekaligus mempertegas posisi BYD di pasar kendaraan listrik nasional.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menilai terjadi perubahan cara pandang masyarakat terhadap kendaraan listrik. Menurutnya, pengunjung kini tidak hanya melihat desain atau spesifikasi, tetapi juga aktif berdiskusi soal teknologi, fitur keselamatan, hingga aspek kepemilikan jangka panjang.
“Karena itu, BYD merancang area test drive yang terhubung langsung dengan booth agar pengalaman mencoba mobil terasa lebih mudah dan menyatu,” ujar Luther dalam siaran resmi, Kamis (19/2/2026).
Area uji coba ini dikelola secara independen untuk mengurangi antrean panjang. Pengunjung dapat mendaftar langsung di lokasi dengan menunjukkan SIM yang masih berlaku. Alur registrasi hingga sesi berkendara dirancang ringkas sehingga waktu pengunjung dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Lintasan seluas sekitar 1.050 meter persegi tersebut dilengkapi beberapa simulasi kondisi jalan. Selain area manuver untuk menguji kelincahan dan stabilitas, tersedia pula jalur dengan speed bump guna menilai kenyamanan suspensi serta karakter kabin saat melintasi permukaan tidak rata. Setiap sesi didampingi petugas profesional dan tenaga penjual BYD yang menjelaskan sistem penggerak listrik, fitur keselamatan aktif, serta karakter masing-masing model.
Tak sedikit pengunjung yang juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi mengenai infrastruktur pengisian daya, garansi baterai, hingga layanan purna jual. Hal ini menandakan keputusan beralih ke kendaraan listrik kini dipertimbangkan secara menyeluruh, bukan sekadar soal performa.
Untuk menunjang kenyamanan, BYD menyediakan ruang tunggu yang tertata rapi dan jam operasional hingga malam hari, sehingga tetap bisa diakses pengunjung setelah jam kerja. Lokasi test drive yang terpisah dari jalur umum juga membuat suasana lebih tertib dan kondusif.
Salah satu pengunjung, Ragil, mengaku pengalaman tersebut terasa berbeda. Menurutnya, area test drive yang lebih privat membuat proses uji coba menjadi lebih nyaman tanpa harus terjebak kepadatan lalu lintas di sekitar arena pameran.


