NEW DELHI, AVOLTA – Pemerintah India mulai memperketat aturan efisiensi bahan bakar kendaraan melalui Corporate Average Fuel Economy (CAFE) III yang akan berlaku mulai 1 April 2027.
Aturan ini berlaku untuk mobil penumpang kategori M1 yang diproduksi atau diimpor untuk dijual di India hingga 31 Maret 2032. Demikian melansir MotorBeam, Rabu (7/10/2026).
Berbeda dengan penilaian berdasarkan satu model, CAFE III menghitung rata-rata konsumsi bahan bakar berdasarkan keseluruhan kendaraan yang dijual masing-masing produsen.
Salah satu perubahan penting dalam aturan baru tersebut, pemberian bobot lebih besar kepada kendaraan elektrifikasi. Mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) dan range-extended electric vehicle (REEV) mendapatkan super credit sebesar 3 kali lipat dalam perhitungan kepatuhan produsen.
Artinya, satu unit mobil listrik dapat dihitung sebagai tiga kendaraan dalam perhitungan rata-rata unit. Skema ini memberikan keuntungan bagi produsen yang memperbanyak penjualan kendaraan listrik karena dapat membantu menurunkan rata-rata konsumsi energi dan emisi.
Selain BEV dan REEV, pemerintah India juga memberikan super credit untuk jenis kendaraan elektrifikasi lainnya. Plug-in hybrid dan flex-fuel strong hybrid mendapatkan multiplier 2,5 kali, strong hybrid 1,6 kali, sedangkan kendaraan flex-fuel ethanol mendapatkan multiplier 1,1 kali.
Di sisi lain, target efisiensi akan semakin ketat setiap tahun. Untuk kendaraan dengan bobot referensi 1.229 kilogram, batas konsumsi rata-rata armada ditetapkan sebesar 3,996 liter per 100 kilometer pada 2027-2028 dan secara bertahap turun menjadi 3,3273 liter per 100 kilometer pada 2031-2032. Artinya, terjadi peningkatan efisiensi sekitar 16,7% selama periode tersebut.
CAFE III juga memperkenalkan sistem kredit dan debit. Produsen yang performa produknya lebih baik dari target akan memperoleh kredit, sedangkan perusahaan yang melebihi batas konsumsi akan mencatat debit.
Kredit tersebut nantinya dapat diperdagangkan antarprodusen. Perusahaan juga dapat membeli kredit dari Bureau of Energy Efficiency (BEE) untuk menutupi kekurangan. Harga pembelian kredit ditetapkan mulai 2.500 rupee per gram CO2/km pada 2027-2028 dan meningkat hingga 4.500 rupee pada 2031-2032.
Selain elektrifikasi, aturan baru ini juga memberikan keuntungan bagi kendaraan yang menggunakan bahan bakar alternatif. CAFE III memperkenalkan Carbon Neutrality Factor (CNF) untuk memberikan jalur kepatuhan tambahan bagi kendaraan berbahan bakar alternatif, termasuk kendaraan berbahan bakar etanol dan CNG.
Produsen juga bisa mendapatkan pengurangan 1 gram CO2/km untuk setiap teknologi efisiensi yang memenuhi syarat, dengan batas maksimal manfaat 9 gram CO2/km. Teknologi tersebut antara lain sistem start-stop, pemantau tekanan ban, regenerative braking, transmisi enam percepatan atau lebih, alternator efisien, motor-generator, lampu LED, kaca dengan efisiensi lebih baik, pompa air elektrik, serta sistem pendingin udara berefisiensi tinggi.







