CALIFORNIA, AVOLTA – VinFast belum menyerah untuk mengembangkan bisnisnya di pasar otomotif Amerika Serikat (AS), meski penjualan mobil listrik asal Vietnam tersebut masih jauh dari harapan.
Mengutip Carscoops, Rabu (7/10/2026) VinFast hanya mencatat penjualan 389 unit di AS sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Angka tersebut turun 63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebagai perbandingan, Rivian mampu menjual 12.613 kendaraan hanya pada kuartal kedua 2026. Kondisi tersebut membuat performa VinFast di pasar AS terlihat semakin berat, terlebih rata-rata insentif untuk VF 8 disebut mencapai 19.000 dollar AS atau sekitar Rp 300 jutaan per unit.
Sementara insentif untuk model yang lebih besar, VF 9, hampir menyentuh 20.000 dollar AS atau sekitar Rp 330 jutaan. Besarnya insentif tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa VinFast masih kesulitan menarik konsumen Amerika.
VinFast sebenarnya telah berupaya membangun jaringan penjualan di AS sejak pertama kali masuk ke California. Ekspansi kemudian dilanjutkan ke sejumlah negara bagian sepanjang 2024 dan 2025.
Pada satu titik, perusahaan mengklaim telah mendapatkan kesepakatan dengan 38 diler di seluruh AS. Namun, hingga akhir 2025, jumlah diler yang beroperasi kurang dari dua lusin.
Meski demikian, VinFast masih menunjukkan komitmennya terhadap pasar AS. Perusahaan baru-baru ini mendapatkan tiga kesepakatan waralaba diler baru yang berlokasi di Tustin dan Redondo Beach, California, serta Philadelphia.
Kepala Eksekutif VinFast North America Brian Finnerty mengatakan, perusahaan memiliki komitmen jangka panjang untuk mengembangkan bisnisnya di AS.
“Visi kami jelas, VinFast terus membangun fase pertumbuhan berikutnya dengan berinvestasi pada pengalaman pelanggan, memperkuat tim, terus meningkatkan produk, kebijakan, serta jaringan penjualan dan layanan,” ujar Finnerty.
Menurut dia, keberadaan diler baru akan memudahkan konsumen mendapatkan layanan penjualan, perawatan, dan garansi di wilayah masing-masing.
Selain memperluas jaringan dealer, VinFast sebelumnya juga masih mempertahankan rencana membangun fasilitas produksi di North Carolina. Rencana tersebut menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan di pasar AS.







