NEW DELHI, AVOLTA – India akan memperluas cakupan program pengujian keselamatan kendaraan, Bharat New Car Assessment Programme (Bharat NCAP) melalui fase kedua yang rencananya mulai berlaku pada Oktober 2027.
Bharat NCAP 2.0 nantinya tidak hanya berfokus pada kemampuan mobil melindungi penumpang ketika terjadi kecelakaan. Pemerintah India berencana memperluas penilaian hingga mencakup rangkaian keselamatan kendaraan secara lebih menyeluruh.
Menteri Transportasi Jalan Raya dan Jalan Tol India Nitin Gadkari mengatakan, Bharat NCAP 2.0 akan menilai sejumlah aspek, mulai teknologi untuk menghindari kecelakaan, perlindungan penumpang, keselamatan pejalan kaki, hingga proses evakuasi dan penanganan setelah kecelakaan.
“Program baru tersebut akan mengevaluasi keseluruhan rangkaian keselamatan dalam sebuah kecelakaan, sehingga cakupannya tidak lagi sebatas pengujian tabrak seperti pada program yang berjalan saat ini,” ujar Gadkari seperti dikutip Motorbeam, Selasa (22/9/2026).
Selain memperluas jenis penilaian, pemerintah India juga akan mempertimbangkan perkembangan teknologi keselamatan terbaru yang dikembangkan di berbagai negara. Teknologi yang dikembangkan perusahaan rintisan asal India juga akan menjadi bagian dari pertimbangan dalam penyusunan program tersebut.
Gadkari turut mengundang industri otomotif untuk memberikan masukan mengenai teknologi maupun praktik keselamatan yang dapat dimasukkan ke dalam Bharat NCAP 2.0. Masukan tersebut dapat berasal dari hasil riset, pengalaman teknis, maupun penerapan standar keselamatan di pasar lain.
Perlu diketahui, Bharat NCAP mulai diterapkan di India pada Oktober 2023. Program ini memberikan penilaian keselamatan kendaraan melalui pengujian tabrak dan menghasilkan peringkat keselamatan antara satu hingga lima bintang. Hingga saat ini, lebih dari 30 model kendaraan dari 11 produsen telah mendapatkan sertifikasi melalui Bharat NCAP, menurut keterangan Gadkari. Ia juga membandingkan biaya pengujian di India yang disebut berada di kisaran 60 lakh rupee atau sekitar Rp 1,1 miliar, dengan biaya sekitar 2,5 crore rupee atau sekitar Rp 4,6 miliar dalam pengujian Global NCAP.






