
JAKARTA, AVOLTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus melakukan inovasi dalam kendaraan listrik. Terobosan terbaru, siap meluncurkan teknologi kendaraan listrik otonom level 4 pada tahun ini.
Kepala Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN Yanuandri Putrasari mengatakan, bahwa teknologi otonom level 4 memiliki sistem yang bisa membuat pengemudi mengabaikan perjalanan dan melakukan kegiatan lain selama berkendara.
“Salah satu tantangan mewujudkannya terletak pada sistem pengereman yang mumpuni. Sistem yang tidak hanya akurat dan aman, tetapi juga nyaman bagi pengendara di dalamnya,” ungkap Yanu belum lama ini di Jakarta.
Yanu menganalogikan, sistem pengereman kendaraan listrik seperti mekanisme pada tubuh manusia. Menurut dia, kamera adalah mata yang bertugas mendeteksi dan memberikan input data kepada CPU, sebagai otak kendaraan.
Nantinya, CPU tersebut akan dilengkapi sensor dan bertugas mengirimkan perintah kepada actuator untuk secara otomatis melakukan pengereman.
Yanu menambahkan, sejauh ini BRIN telah menggunakan pengereman otomatis pada prototipe kendaraan listrik Micro Electric Autonomous Vehicle (MEVi). Namun, sistem tersebut masih secara on/off sehingga mobil listrik yang tengah bergerak bisa berhenti tiba-tiba.
Maka dari itu perlu ada penyesuaian jarak antara kendaraan listrik dengan benda atau rintangan yang ada di depannya. Kecepatan dikurangi secara perlahan, sehingga pengemudi nyaman.


