JAKARTA, AVOLTA – Tren mobil Wagon, memang kembali berkembang pesat di pasar Cina. Sejumlah model baru dengan desain memanjang dan atap rendah bermunculan, seperti Zeekr 7GT dan Denza Z9 GT.
Namun, Chery menilai kemunculan wagon tersebut belum cukup untuk menggeser popularitas SUV yang sudah menjadi pilihan utama konsumen.
Direktur desain global Chery, Steve Eum mengatakan, konsumen saat ini sudah terbiasa dengan karakter SUV, terutama posisi berkendara yang lebih tinggi dan ruang kepala yang lebih lega. Menurutnya, karakter tersebut membuat konsumen sulit kembali menggunakan sedan maupun wagon.
“Secara pribadi, saya rasa kita tidak akan kembali ke wagon. Kita sudah terbiasa dengan ruang kepala yang lebih lega dan posisi berkendara yang lebih tinggi. Hal tersebut menjadi salah satu respons positif terbesar yang kami dapatkan dari banyak konsumen,” jelas Eum kepada Carexpert.
Menariknya, tren wagon justru menunjukkan pertumbuhan cukup pesat di Tiongkok. Data Boyan Consulting yang dikutip Sina menyebut penjualan wagon di Cina mencapai 161.000 unit pada 2025, naik 27,8%.
Angka tersebut diproyeksikan kembali meningkat 16,1% pada tahun ini. Pertumbuhan itu turut mendorong lebih dari 10 model wagon baru diluncurkan atau dikonfirmasi untuk pasar Negeri Tirai Bambu sepanjang tahun ini. Selain Zeekr 7GT dan Denza Z9 GT, terdapat Nio ET5 Touring, Fangchengbao Formula S GT, Lynk & Co 07 GT, hingga Exeed ES7 GT.
Alih-alih kembali ke wagon, Chery justru melihat peluang konsep crossover, yang menggabungkan karakter dari beberapa jenis model. Eum mengatakan eksperimen semacam ini masih akan terus berkembang, termasuk kemungkinan hadirnya model bergaya SUV yang dipadukan dengan pikap.
Salah satu contohnya adalah Deepal E07 Multitruck, sedangkan Chery telah memperkenalkan Tiggo V, SUV tiga baris yang dapat diubah menjadi kendaraan bergaya pikap dengan melepas bagian belakang dan baris kursi paling belakang.






