WOFLSBURG, AVOLTA – Volkswagen Group dikabarkan tengah menyiapkan langkah efisiensi besar-besaran dengan memangkas jumlah model kendaraan yang dipasarkan secara global.
Strategi ini diambil untuk menyederhanakan portofolio produk, mengurangi biaya pengembangan, sekaligus meningkatkan profitabilitas di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat.
Berdasarkan laporan terbaru yang dikutip Carscoops, Senin (13/7/2026) VW Group berencana mengurangi hingga 50 persen dari total lini model yang dimiliki. Tak hanya itu, jumlah varian atau trim pada setiap model juga akan dipangkas hingga 75% agar proses produksi menjadi lebih sederhana dan efisien.
Langkah tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi besar yang dipimpin CEO Volkswagen Group, Oliver Blume. Selain menyederhanakan jajaran produk, perusahaan juga ingin menurunkan kapasitas produksi global dari sekitar 12 juta unit menjadi 9 juta unit per tahun agar lebih selaras dengan permintaan pasar saat ini.
Volkswagen menghadapi tekanan dari berbagai arah, mulai meningkatnya tarif perdagangan, regulasi emisi yang semakin ketat, hingga persaingan sengit dari produsen mobil asal Cina yang agresif menghadirkan kendaraan listrik dengan harga kompetitif.
Kondisi tersebut turut berdampak pada penurunan penjualan sejumlah merek utama di bawah Volkswagen Group, seperti Volkswagen, Audi, dan Porsche.
Meski belum mengungkap model apa saja yang akan dihentikan, laporan menyebutkan bahwa penyederhanaan produk kemungkinan besar akan difokuskan pada pasar Eropa dan Tiongkok, terutama model-model yang memiliki segmen tumpang tindih atau penjualannya kurang optimal. Sebaliknya, model yang menjadi tulang punggung penjualan diperkirakan tetap dipertahankan.
Selain memangkas jumlah model, Volkswagen Group juga terus menjalankan program efisiensi lain yang sebelumnya telah diumumkan. Program tersebut mencakup pengurangan biaya operasional, penyederhanaan struktur organisasi, hingga penyesuaian jumlah tenaga kerja sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing perusahaan dalam jangka panjang.
Meski rencana restrukturisasi ini menuai penolakan dari sebagian perwakilan pekerja di Jerman, Volkswagen menilai langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis di tengah perubahan besar industri otomotif global.






